AZA Bantu Keluarga Mandala Samarinda

Mandala Rizky Syahputra
Ratnasari (bercadar), ibu mendiang Mandala, saat menerima bantuan sepatu dan tas. - Tim AZA
Kisah Mandala membuka lagi ironi kemiskinan pelajar. AZA DBL Indonesia mengirim sepatu dan tas sekolah untuk adik-adik almarhum.

Keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda, menerima bantuan sepatu dan tas sekolah dari AZA DBL Indonesia setelah kisah remaja 16 tahun itu menyita perhatian publik.

Bantuan tersebut diberikan untuk adik-adik Mandala dan diterima langsung oleh ibundanya, Ratnasari. Di tengah suasana duka, ia menyebut bantuan itu sangat berarti bagi kebutuhan sekolah anak-anaknya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sepatu dan tas sekolah ini. Alhamdulillah sangat membantu untuk anak-anak saya,” ujar Ratnasari, dikutip Senin, 18 Mei 2026.

Bacaan Lainnya
Berawal dari Cerita Sepatu

Mandala merupakan siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 4 Samarinda. Namanya viral setelah muncul kabar bahwa ia meninggal dunia diduga akibat infeksi serius pada kaki yang dikaitkan dengan penggunaan sepatu tidak sesuai ukuran.

Namun, pihak sekolah menegaskan belum ada diagnosis medis lengkap yang memastikan sepatu sempit sebagai penyebab kematian Mandala. Karena itu, klaim tersebut belum bisa disebut sebagai fakta medis.

Senior Manajer AZA Arif Rahman Hakim mengatakan, kisah Mandala mengingatkan timnya pada awal lahirnya AZA. Merek itu dibangun untuk mengurangi hambatan anak-anak Indonesia dalam bermain basket, terutama karena keterbatasan sepatu.

“Saat itu kami banyak menemukan kasus anak-anak sepatunya kekecilan. Atau kalau tidak sepatunya sengaja dibesarkan agar lebih awet. Kasusnya sama seperti yang terjadi pada almarhum Mandala ini,” kata Hakim.

Dukungan untuk Adik Mandala

Ratnasari mengatakan, sepatu dan tas itu akan digunakan anak-anaknya untuk sekolah. Bantuan tersebut ikut meringankan pengeluaran keluarga yang selama ini hidup dalam kondisi ekonomi sederhana.

“Nanti dipakai anak-anak saya sekolah. Ini sangat berguna sekali buat mereka,” tuturnya.

Ia menyebut perhatian dari banyak pihak menjadi penguat setelah kehilangan Mandala. “Saya bersyukur masih banyak orang yang peduli sama keluarga kami,” ujarnya.***

Pos terkait