Bahaya Gas Karbon Monoksida yang Sulit Terdeteksi

Gas Karbon Monoksida
Ilustrasi kompor gas penghasil karbon dioksida. - Pixabay
Gas karbon monoksida tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dideteksi indra manusia. Dalam ruang tertutup, paparan gas ini dapat mematikan hanya dalam hitungan menit.

Tragedi yang menimpa satu keluarga asal Ambarawa di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi pengingat serius tentang bahaya karbon monoksida (CO). Pasangan suami istri bersama dua anak mereka ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping pada akhir Mei 2026.

Polisi menduga para korban terpapar gas beracun yang berasal dari alat masak portabel dan sisa pembakaran barbeku yang dibawa ke dalam tenda. Dugaan tersebut kembali menyoroti ancaman karbon monoksida, gas yang kerap disebut sebagai pembunuh senyap.

Bacaan Lainnya

Karbon monoksida merupakan gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Gas ini terbentuk dari proses pembakaran tidak sempurna berbagai bahan bakar, seperti gas, kayu, arang, bensin, maupun minyak tanah. Sumbernya bisa berasal dari kompor, generator, kendaraan bermotor, tungku, hingga bara api yang masih menyala.

Menghambat Pasokan Oksigen

Bahaya utama karbon monoksida terletak pada kemampuannya mengikat hemoglobin dalam darah. Ikatan CO dengan hemoglobin jauh lebih kuat dibandingkan oksigen sehingga tubuh kehilangan kemampuan menyalurkan oksigen ke organ-organ vital.

Akibatnya, korban dapat mengalami kekurangan oksigen tanpa menyadarinya. Gejala awal biasanya menyerupai flu, seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Karena menyebabkan rasa mengantuk dan kebingungan, banyak korban tidak menyadari kondisi yang sedang dialaminya. Dalam sejumlah kasus, korban tertidur sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Pada tingkat paparan yang lebih berat, keracunan karbon monoksida dapat memicu sesak napas, nyeri dada, tekanan darah menurun, kebingungan berat, koma, hingga kematian.

Tidak hanya berdampak saat kejadian, paparan berat juga dapat meninggalkan gangguan jangka panjang berupa penurunan daya ingat, gangguan koordinasi gerak, depresi, hingga gangguan neurologis lainnya. Risiko juga lebih tinggi pada ibu hamil, bayi, lansia, dan penderita penyakit jantung.

Jangan Bawa Bara Api ke Dalam Tenda

Pertolongan pertama yang paling penting adalah segera memindahkan korban ke area terbuka dengan udara segar. Semua ventilasi harus dibuka untuk mempercepat sirkulasi udara.

Pos terkait