Seorang mahasiswa Indonesia, Muhammad Athaya Helmi Nasution (19), meninggal usai mendampingi kunjungan DPR, OJK, dan Bank Indonesia di Wina. Akibat suspected seizure karena heatstroke.
__________
Mahasiswa Universitas Hanze, Groningen, Belanda, bernama Muhammad Athaya Helmi Nasution, meninggal dunia pada 27 Agustus 2025. Ia meninggal setelah mengalami kejang-kejang diduga akibat heatstroke saat menjadi pemandu kunjungan tertutup DPR, OJK, dan Bank Indonesia di Wina, Austria.
“Menurut hasil otopsi forensik, almarhum suspected seizure kemungkinan besar mengalami heatstroke berkaitan dengan kurangnya cairan dan nutrisi, yang mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan hipoglikemia hingga berujung stroke, setelah dari pagi hingga malam beraktivitas sebagai pemandu,” tulis PPI Belanda, dikutip Selasa, 9 September 2025.
PPI Belanda menyesalkan tak adanya permintaan maaf atau pertanggungjawaban dari event organizer (EO) maupun koordinator liaison officer (LO) kepada keluarga.
“Alih-alih menemui keluarga, pihak EO justru sibuk mempersiapkan acara makan bersama pejabat publik di restoran,” kata PPI Belanda.
PPI Belanda juga menuding adanya indikasi penutupan informasi mengenai kegiatan yang dipandu almarhum. Dalam sikap resminya, PPI Belanda menyatakan:
- Menolak keras keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator kunjungan pejabat publik tanpa kontrak dan perlindungan hukum.
- Mengimbau mahasiswa tidak menerima tawaran memfasilitasi kunjungan lewat jalur pribadi.
- Menuntut akuntabilitas EO, LO, dan KBRI terkait perlindungan pelajar Indonesia.
- Mendorong percepatan pembahasan UU Perlindungan Pelajar.
Sementara itu, Dirjen Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Yudha Nugraha, mengatakan KBRI Wina sudah berkoordinasi dengan otoritas Austria dan membantu pemulangan jenazah.
“Jenazah Almarhum telah dipulangkan ke Tanah Air pada 4 September 2025 sesuai permintaan keluarga,” ujarnya, Selasa (9/9.)***





