Awal Langkah Skuad Garuda Menuju Mahkota Asia Tenggara 2024

Shin Tae-yong membawa winger, Donny Tri Pamungkas ke Piala AFF 2024. Skuad Garuda akan memulai perjuangannya di Piala AFF 2024 dengan bertandang ke Myanmar, Senin (9/12) pukul 19.00 WIB. Foto:Timnas Indonesia
Perjuangan tim nasional Indonesia untuk meraih mahkota dalam ajang Piala AFF 2024/ Piala ASEAN Mitsubishi Electric 2024 dimulai Senin (9/12) malam (WIB). Skuad Garuda akan menghadapi tuan rumah Myanmar pada pertandingan pembuka Grup B di Stadion Thuwunna, Yangon, yang disiarkan pada pukul 19.00 WIB.

Modal impresif dibawa pasukan Shin Tae-yong. Skuad Garuda hanya menelan tiga kekalahan dalam 11 laga terakhir, termasuk hasil melawan tim-tim besar Asia. Catatan ini memberi optimisme tinggi untuk mengakhiri penantian panjang akan gelar juara di turnamen bergengsi Asia Tenggara ini.

Tahun 2024 menjadi tahun penuh pencapaian bagi Indonesia. Dimulai dengan lolos ke babak 16 besar Piala Asia AFC, Garuda terus menunjukkan performa solid. Kemenangan atas Filipina dan dua gol ke gawang Vietnam, mengantarkan Indonesia melaju ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 untuk pertama kalinya.

Tak hanya itu, hasil imbang melawan Arab Saudi, Australia, dan Bahrain menegaskan kapasitas Garuda di level Asia. Bulan lalu, kemenangan ikonik 2-0 atas Arab Saudi semakin mempertegas ambisi mereka untuk merebut tiket ke Piala Dunia 2026.

Bacaan Lainnya

Shin Tae-yong datang ke Myanmar dengan mengandalkan pemain muda seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, dan Marselino Ferdinan. Nama terakhir mencuri perhatian lewat dua gol ke gawang Arab Saudi di laga terakhir. Jebolan Persebaya Surabaya itu menjadi pilar penting dalam upaya Garuda mengukir sejarah di kompetisi ini.

Myanmar Andalkan Pengalaman Lokal

Di sisi lain, tuan rumah Myanmar siap memanfaatkan keuntungan tampil di kandang untuk meredam permainan Indonesia. Dilansir laman Asean United, di bawah arahan pelatih Myo Hlaing Win, White Angels —julukan timnas Myanmar– mengandalkan pemain-pemain berpengalaman seperti kapten Maung Maung Lwin, Soe Moe Kyaw, dan Lwin Moe Aung.

Meski baru saja mengalami kekalahan dari Singapura dan Lebanon, Myanmar punya sejarah cukup baik di Kejuaraan ASEAN dengan dua kali mencapai semifinal, masing-masing pada 2004 dan 2016. Kali ini, mereka bertekad bangkit setelah hasil buruk di edisi 2022, di mana mereka gagal meraih kemenangan di fase grup.

Pos terkait