Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, melalui Denny JA Foundation, resmi meluncurkan Dana Abadi Penghargaan Penulis yang akan mulai diberikan pada tahun 2025. Program ini menghadirkan penghargaan tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada penulis yang berkontribusi pada literasi dan pengembangan budaya menulis di Indonesia.
Denny JA, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa penghargaan ini berangkat dari keyakinannya bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar dalam membentuk individu dan peradaban.
“Kata-kata adalah benih yang ditanam di ladang keabadian. Ia bertumbuh melintasi musim, menjangkau langit, dan mengakar dalam jiwa manusia,” katanya, Ahad, 8 Desember 2024.
Ada empat kategori yang bakal diberikan hadiah oleh Denny JA Foundation. Yang pertama adalah “Lifetime Achievement Award”, yakni penghargaan tertinggi untuk penulis yang telah berkarya lebih dari 40 tahun.
Kedua, Dermakata Award kategori Fiksi untuk penulis daerah yang aktif menerbitkan karya sastra berkualitas dalam tiga tahun terakhir.
Ketiga, Dermakata Award kategori Non-Fiksi, untuk mengapresiasi penulis daerah yang mendalami penelitian dan dokumentasi melalui buku. Dan keempat, “Puisi Esai Award”, yang ditujukan bagi penulis yang mengembangkan genre puisi esai, memadukan fakta dan fiksi dalam isu sosial.
Setiap penghargaan akan diberikan melalui seleksi ketat oleh tim juri ahli. Hadiahnya berupa dana Rp50 juta untuk Lifetime Achievement Award, dan Rp35 juta untuk kategori lainnya.
Dana abadi untuk penghargaan ini bersumber dari saham Denny JA Foundation di berbagai usaha. Denny berharap penghargaan ini bisa bertahan hingga puluhan tahun ke depan, sebagai warisan untuk mendukung tradisi literasi di Indonesia.
“Jika suatu saat aku diberi rezeki, aku ingin melakukan sesuatu yang berharga, sesuatu yang memberi kembali rezeki itu kepada masyarakat luas,” tandas Denny.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia sebenarnya giat menggembor-gemborkan program literasi. Namun demikian, di sisi lain, belum ada keberpihakan kepada penulis sebagai bagian dari ekosistem budaya literasi.