As`ad Said Ali: Berawal dari Muktamar NU Lampung yang Penuh Rekayasa, Wajar NU Hari Ini Kacau

Senada dengan itu, Abdul Munim DZ, Pembina Akademi Kepemimpinan Dipantara, menuturkan bahwa acara silaturahmi ini bertujuan mengumpulkan berbagai simpul gerakan NU dari seluruh Indonesia untuk membahas persoalan-persoalan yang melanda NU saat ini.

Menurutnya, banyak pimpinan dan tokoh NU di tingkat akar rumput yang merasa resah dengan kondisi saat ini, terutama terkait ketegangan antara PBNU dan PKB yang kian mengganggu aktivitas organisasi di bidang pendidikan, dakwah, dan ekonomi.

“Acara ini diadakan untuk mendengarkan langsung keluhan dan pandangan dari berbagai elemen NU di daerah-daerah. Kawan-kawan di bawah merasa perlu penjelasan terkait apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan PBNU dan PKB, yang telah memicu perpecahan dan mengganggu persatuan Nahdliyyin,” jelas Munim.

Bacaan Lainnya

Forum silaturahmi ini diharapkan mampu menjadi titik balik bagi NU untuk kembali ke khittah, memperkuat fungsi sosial-keagamaannya. Para peserta silaturahmi berharap agar kepemimpinan PBNU segera melakukan evaluasi internal dan mengambil langkah-langkah strategis guna mengatasi persoalan yang ada.

Acara ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi antar elemen NU, demi menjaga keutuhan organisasi dan meningkatkan kontribusi NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para peserta juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai khittah NU agar tetap menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas organisasi, baik di bidang sosial-keagamaan maupun politik.

Pos terkait