YAMAN – Amerika Serikat (AS) dan Inggris melakukan serangan udara terhadap sejumlah basis militer Houthi di Yaman, dengan dalil untuk menghalau serangan kelompok pemberontak terhadap kapal-kapal kargo yang berlayar melintasi Laut Merah. AS dan Inggris mengklaim militer Houthi didukung Iran.
Langkah AS-Inggris didukung oleh koalisi Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, dan Korea Selatan. Rudal seperti dilansir BBC, diluncurkan pada Kamis (11/01) malam hingga Jumat (12/01), menghantam puluhan lokasi.
AS mengklaim serangan tersebut merusak daya tempur militer Houthi. Tapi dari kubu sebaliknya membantah. Houthi mengaku tak tergoyahkan oleh serangan-serangan itu. AS mengeklaim telah “melakukan serangan yang disengaja terhadap lebih dari 60 sasaran di 16 lokasi milisi Houthi yang didukung Iran”.
Pentagon menyasar sistem radar, tempat penyimpanan dan peluncuran drone, fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal, serta pusat komando dan kendali Houthi. Serangan terjadi di ibu kota Yaman, Sanaa – yang dikuasai pemberontak Houthi – serta pelabuhan Houthi di Hodeidah, Dhamar, dan markas kelompok tersebut di barat laut Saada.
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Inggris menyerang Bani, yang terletak di barat laut Yaman. Lokasi ini diyakini sebagai tempat peluncuran rudal dan drone Houthi. Menurut juru bicara militer Houthi, total terjadi 72 serangan ke Yaman.
Juru bicara Houthi menyebut lima anggotanya terbunuh akibat serangan AS dan Inggris, sementara enam orang lainnya terluka Pentagon menegaskan serangan tidak menyasar warga sipil, melainkan target militer dengan “senjata presisi”.
Menanggapi serangan AS dan Inggris, pemimpin Houthi Mohammed al-Bukhaiti mengatakan AS dan Inggris akan “segera menyadari” tindakan tersebut adalah “kebodohan terbesar dalam sejarah mereka”. “Amerika dan Inggris melakukan kesalahan dalam melancarkan perang terhadap Yaman karena mereka tidak belajar dari pengalaman mereka sebelumnya,” tulis Mohammed al-Bukhaiti di media sosial seperti dilansir BBC.
Dia menambahkan “setiap individu di dunia ini dihadapkan pada dua pilihan – berdiri bersama para korban genosida atau membela para pelakunya.” Juru bicara lain dari kelompok tersebut mengatakan Amerika dan Inggris salah jika berpikir bahwa mereka dapat menghalangi dukungan Yaman terhadap Palestina.
Iran, yang mendukung Houthi, mengutuk serangan terhadap Yaman sebagai “pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Yaman” dan pelanggaran hukum internasional. Posisi Houthi dalam serangan di Laut Merah adalah mereka mencegah kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel melintasi rute tersebut – sebagai imbas dari apa yang terjadi di Gaza.
Mereka sebelumnya mengatakan bahwa kapal apa pun yang menuju ke Israel atau memiliki hubungan dengan Israel adalah “target yang sah”. Namun, banyak kapal komersial yang menjadi sasaran tampaknya tidak memiliki hubungan tersebut.





