Insiden kekerasan kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Usai laga Derbi Jatim antara Arema FC dan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Ahad (11/5/2025), bus tim Persik dilempari batu oleh oknum suporter. Akibatnya, kaca bus pecah, pelatih Persik Divaldo Alves mengalami memar di kepala, dan asisten pelatih mengalami luka ringan.
_________________
Padahal, laga ini menjadi yang pertama digelar di Stadion Kanjuruhan setelah rampung direnovasi pasca tragedi yang menewaskan 131 orang pada Oktober 2022. Ironisnya, kejadian kekerasan kembali terjadi seolah menegaskan bahwa Arema FC dan suporternya belum sepenuhnya belajar dari tragedi yang merenggut ratusan nyawa itu.
Persik Kediri tampil gemilang dalam pertandingan tersebut. Berstatus tim tamu, Macan Putih sukses membungkam tuan rumah Arema FC dengan skor 3-0. Gol dicetak oleh Vava Mario Yagalo (25’), Ramiro Fergonzi (babak kedua), dan Ze Valente (82’).
Namun kemenangan di lapangan berubah menjadi teror di luar lapangan. Sesaat setelah bus Persik meninggalkan Stadion Kanjuruhan, batu beterbangan menghantam kaca kendaraan mereka.
Astaghfirullah… baru pertama main di Kanjuruhan aja udah kayak gini :’) pic.twitter.com/DlJksarirw
— txt dr Persik Kediri (@tweetpersik) May 11, 2025
Manajer Persik Kediri, Mochmad Syahid Nur Ichsan, mengecam insiden tersebut. “Kami menyayangkan kejadian ini di saat industri sepak bola kita sedang berbenah. Kami cukup kaget, ada pemain dan pelatih yang mengalami luka dan kini dalam pemeriksaan,” ujar Ichsan dikutip dari Detik Jatim.
Untuk memastikan kondisi semua anggota tim, bus Persik sempat berhenti di Hotel Miami. Rencananya, tim akan segera kembali ke Kediri dengan pengawalan ketat dari aparat Polres Malang.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Alhamdulillah kami sudah berada di hotel bersama tim,” tambahnya.
Menanggapi insiden ini, akun resmi Arema FC di platform X (@Aremafcofficial) menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Persik Kediri:
“Kami minta maaf sebesar-besarnya untuk tim Persik Kediri atas kejadian hari ini setelah pertandingan saat perjalanan menuju Hotel di daerah Kepanjen, Kabupaten Malang. Kita jaga harmoni kekeluargaan ini dari dalam hingga luar lapangan.”
Sebelum pertandingan, manajemen Persik juga sempat menggelar doa bersama untuk para korban Tragedi Kanjuruhan sebagai bentuk penghormatan dan empati.





