Kerajaan Arab Saudi melarang jemaah membawa anak-anak saat menunaikan ibadah haji pada tahun 2025 ini. Keputusan ini untuk melindungi anak-anak dari berbagai risiko yang mungkin terjadi di tengah kepadatan jemaah haji, sebagaimana yang terjadi setiap tahun.
“Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak, serta menghindari paparan bahaya apa pun kepada mereka selama melaksanakan ibadah haji,” demikian pernyataan resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dilansir Azernews, Selasa, 11 Februari 2025.
Menurut Dr. Ahmad Al-Saadi, seorang pakar haji, langkah ini adalah satu upaya untuk memastikan perjalanan haji berjalan lebih lancar dan selamat.
Sedangkan menurut Dr. Ali Al-Mutairi, seorang pakar Bidang Agama Islam, kendati keputusan melarang anak-anak ikut berhaji mungkin sulit diterima oleh berbagai pihak, tetapi langkah ini perlu demi keselamatan semua jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah juga menggelar kampanye informasi keselamatan, memperkenalkan sistem cerdas modern untuk mengoordinasikan pergerakan jemaah di tempat-tempat suci, dan meningkatkan infrastruktur dengan memodernisasi perkemahan dan rute jalan kaki.
Arab Saudi juga mengumumkan bahwa prioritas ibadah haji tahun ini diberikan kepada mereka yang belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya. Musim haji 2025 diperkirakan akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Juni, tergantung pada penampakan bulan.
Arab Saudi secara ketat mengontrol perhelatan haji secara tahunan dan mengalokasikan kuota khusus untuk setiap negara. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya jemaah haji yang tidak sah—yang sebelum-sebelumnya selalu menyebabkan kepadatan yang parah.
Riyadh juga telah mengumumkan bahwa kini mereka hanya akan mengeluarkan visa sekali masuk untuk wisata, bisnis, dan kunjungan keluarga, serta menangguhkan visa masuk ganda satu tahun sebelumnya tanpa batas waktu.
Perubahan kebijakan tersebut memengaruhi pelancong dari 14 negara, antara lain dari Aljazair, Bangladesh, Mesir, Ethiopia, India, india, Irak, Yordania, Maroko, Nigeria, Pakistan, Sudan, Tunisia, dan Yaman..***





