Masyarakat Desa Taraudu, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menanam bibit padi gogo atau padi lahan kering bantuan pemerintah untuk mendukung program penanaman serentak agroforestri.
Penanaman ini diselenggarakan di berbagai wilayah di Indonesia pada Selasa, 4 Februari 2025. Merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai informasi, penduduk Maluku Utara mengenal sagu dan ubi kayu sebagai bahan pangan pokok. Selain dua komoditas itu, masyarakat Sahu—yang masuk ke dalam wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara—juga telah mengenal padi lahan kering sejak dulu.
Warga Sahu pun telah mengenal program ketahanan pangan, yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bagi mereka, beras dari padi lahan kering bukanlah komoditi perdagangan yang diperjualbelikan.
Menurut Hamidin Rasulu, pakar teknologi hasil pertanian dari Universitas Khairun, Ternate, perlu waktu untuk mempersiapkan ketersediaan pangan lokal yang mendukung program ketahanan pangan nasional. Berbagai macam tanaman pangan lokal sendiri perlu waktu tanam yang berbeda-beda.
Menurut data Dinas Pertanian Maluku Utara pada tahun 2022, produksi sagu di wilayah kepulauan tersebut mencapai 1,5 juta ton per tahun. Selain itu, pisang—yang memiliki berbagai varietas memiliki ciri khas—juga menjadi komoditas unggulan.
Asisten I Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara Kadri La Etje, menyatakan, pihaknya terus memberikan dukungan pada pangan lokal dengan menyediakan lahan.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya di sektor kehutanan, telah menyiapkan 500 hektare lebih lahan untuk pengembangan padi lahan kering (padi gogo) dan tanaman lainnya,” ujar Kadri, Selasa, 4 Februari 2025, di sela kegiatan penanaman serentak agroforestri yang diselenggarakan di Desa Sahu.
Kadri menegaskan bahwa kebijakan itu untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Pangan lokal tetap menjadi primadona, dan tetap kami menjaga dan melestarikannya. Seperti jagung, pisang, umbi-umbian, dan lainnya, tetap kita kembangkan di Maluku Utara, sesuai dengan lahan yang telah disiapkan oleh dinas dan balai kehutanan. Semua berkolaborasi dalam rangka menyusun pemenuhan pangan daerah dan nasional, ” katanya.***





