Apa yang Bisa Dipelajari dari Hari Ibu?

Hari Ibu bukan sekadar perayaan peran domestik, melainkan penanda keberanian perempuan Indonesia menulis sejarahnya sendiri—dari ruang kongres hingga ruang publik hari ini.

Namun di era modern, praktik peringatan Hari Ibu kerap menuai kritik. Perayaan yang menempatkan perempuan semata sebagai “ibu ideal” dinilai menyempitkan makna historis Hari Ibu. Pergeseran ini berisiko mengaburkan pesan emansipasi yang justru menjadi fondasi kelahirannya: keberanian perempuan untuk menentukan suara, posisi, dan perannya di ruang publik.

Di titik inilah Hari Ibu menawarkan refleksi yang lebih tajam. Ketimpangan upah, kekerasan terhadap perempuan, beban ganda pekerjaan domestik dan publik, hingga minimnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Sejarah telah memberi fondasi; realitas hari ini menuntut keberlanjutan dan keberanian yang sama.

Hari Ibu, dengan demikian, bukan hanya soal mengingat jasa seorang ibu dalam keluarga. Ia adalah pengingat kolektif tentang keberanian perempuan Indonesia merumuskan masa depan bangsanya. Pelajaran terpentingnya sederhana namun mendasar: kemajuan bangsa tak mungkin dicapai tanpa keadilan, penghormatan, dan ruang yang setara bagi perempuan di semua bidang kehidupan.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait