Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, belum ada progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) karena anggarannya masih diblokir Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebagai imbas efisiensi anggaran negara.
“Progres gimana, sih? Anggarannya enggak ada (ditanya) progres,” kata Dody kepada wartawan, usai rapat dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2025.
Menurut Dody, Blokir akan dibuka setelah pagu anggaran indikatif hasil efisiensi sudah disetujui Komisi V DPR.
“Realisasi anggaran IKN kayaknya belum ada. Kan, anggaran kita diblokir semua. Anggarannya enggak ada, progresnya buat beli makan siangnya Pak Menteri. Itu progresnya,” ujar Dody sambil tertawa.
Namun demikian, Dody menjelaskan, pembangunan IKN pada tahun 2024 tercatat telah mencapai 87,9 persen. Ongkosnya dari alokasi anggaran tahun lalu.
Pada 2024, Kementerian PU menggelontorkan Rp40,29 triliun untuk proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur itu. Realisasi anggaran ini untuk empat sektor, yakni Sumber Daya Air senilai Rp1,45 triliun; Bina Marga Rp18,32 triliun; Cipta Karya Rp12,09 triliun; dan Perumahan senilai Rp8,43 triliun.
Sementara itu, Juru Bicara IKN Troy Pantouw mengatakan pembangunan IKN terus berjalan, kendati anggaran untuk tahun ini masih diblokir Menkeu. OIKN tetap melaksanakan pembangunan IKN sesuai arahan Prabowo.
“Sesuai arahan Presiden untuk fokus penyelesaian pembangunan (kantor-kantor) legislatif dan yudikatif beserta ekosistem pendukungnya,” kata Troy kepada wartawan, Kamis, 6 Februari 2025.
Troy mengutip kembali hasil rapat terbatas Presiden Prabowo dengan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono pada Selasa, 21 Januari 2025 lalu. Prabowo ketika itu menitipkan pembangunan IKN sebagai ibu kota politik.
Saat itu Prabowo menegaskan keberlanjutan IKN dengan menyetujui anggaran pembangunan Rp48,8 triliun untuk lima tahun ke depan. Komitmen itu diperkuat melalui ratas tentang IKN pada Senin, 3 Februari 2025.
Prabowo, kata Troy, menyetujui penambahan anggaran pembangunan IKN khusus untuk tahun ini.***





