Anggaran Dipangkas, Menperin Khawatir Bakal Berdampak pada Industri Kecil

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Wakil Menperin Faisol Reza dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa, 12 November 2024.(Kementerian Perindustrian)
Alokasi anggaran untuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun depan turun sekitar 34,4 persen. Kemenperin menyebut penurunan anggaran ini bakal berpengaruh pada pembinaan industri dan sejumlah program prioritas.

Kemenperin mendapat pagu alokasi anggaran sebesar Rp2,51 triliun pada 2025. Angka ini turun dibandingkan pagu anggaran tahun ini, yang besarnya Rp3,83 triliun.

“Penurunan anggaran ini berdampak signifikan pada sejumlah program prioritas Kemenperin. Salah satunya adalah pengurangan pendampingan teknis untuk memenuhi standar industri hijau,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa, 12 November 2024.

Selain itu, kata Agus, dengan pagu anggaran tersebut, maka program fasilitasi dan pembinaan industri halal hanya bisa menjangkau 1.000 industri, dari total target 6.000.

Bacaan Lainnya

Program penumbuhan wirausaha baru (WUB), menurut Agus, juga terpengaruh. Dengan budget tersebut, Kemenperin hanya bisa mendukung 1.365 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari kebutuhan 3.906 IKM.

Pengembangan dan hilirisasi industri berbasis rumput laut, sagu, teh, susu, dan hasil hortikultura disebut Agus tidak mendapat alokasi anggaran sama sekali.

Karena menilai anggaran 2025 masih sangat kurang untuk mendukung program-program Kemenperin, Menteri Agus mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp1,5 triliun. Apabila usulan disetujui, maka pagu anggaran Kemenperin pada 2025 menjadi Rp4,019 triliun, dari semula yang hanya Rp2,519 triliun.

“Pimpinan dan anggota Komisi VII yang terhormat, Kemenperin dalam pembahasan anggaran 2025 kami sudah mengusulkan tambahan anggaran sesuai kebutuhan kita, sebesar Rp1,5 triliun dengan usulan,” kata Agus.***

Pos terkait