Ameba Pemakan Otak Tewaskan Puluhan Warga India, Disinyalir Menyebar karena Perubahan Iklim

Ilustrasi ameba pemakan otak. - Sora/Samudrafakta

Masyarakat diimbau membersihkan kolam secara rutin, menghindari air tawar yang tidak aman, hingga tidak membiarkan anak-anak bermain di pancuran air. Namun, tingkat kepatuhan masih rendah.

Dampak Perubahan Iklim

Para ahli mengingatkan, perubahan iklim memperburuk risiko penyebaran. Suhu air yang lebih hangat, musim panas lebih panjang, serta polusi air menciptakan kondisi ideal bagi ameba.

“Kenaikan suhu 1 derajat celsius saja bisa memicu penyebaran Naegleria fowleri di iklim tropis Kerala,” kata Anish TS.

Bacaan Lainnya

Profesor Dennis Kyle dari University of Georgia menambahkan, banyak kasus di masa lalu mungkin tidak terdeteksi. “Obat-obatan yang ada saat ini masih sub-optimal. Kami belum tahu pasti kombinasi mana yang paling efektif,” ujarnya.

Kerala kini menjadi studi kasus dunia bagaimana penyakit langka bisa menyebar lebih cepat di tengah krisis iklim. Dengan risiko patogen baru terus bermunculan, para pakar memperingatkan: bahkan organisme paling langka pun bisa menjadi ancaman nyata di masa depan.***

Pos terkait