Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, virus Human Metapneumovirus (HMPV) bukanlah virus yang mematikan. Virus ini disebut Budi memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas.
Budi juga menyebut jika sebagian besar orang yang terinfeksi HMPV bakal pulih sendiri, tidak perlu perawatan khusus. Penularannya serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi.
Kendati secara umum tidak berbahaya, kata Budi, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.
Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk terus menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, rutin mencuci tangan, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” jelas, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu, 8 Januari 2025.
HMPV Beda dengan COVID-19.
Budi juga menjelaskan jika HMPV beda dengan COVID-19. Virus yang jadi penyebab pandemi di awal 2020 itu merupakan virus baru, sedangkan HMPV virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal HMPV ini sejak lama, sehingga mampu meresponsnya dengan baik.
“HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.
Soal massifnya informasi meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Dia mengaku telah mengonfirmasi langsung ke Pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.
“Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV, melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa,” kata Menkes.***





