Ahli Penyitaan Aset Itu Kini Menjelaskan Isi Brankas Sendiri

ILUSTRASI - Ahli penyitaan aset kini menghadapi ujian teorinya sendiri. Rumah digeledah, brankas dibuka, emas dan valuta asing dihitung—publik menunggu penjelasan seterang standar yang selama ini dipakai untuk menyita aset orang lain.

Hanya saja, penghargaan itu datang dengan satu catatan kecil: rumah telah digeledah, brankas telah dibuka, emas telah ditimbang, dan uang asing telah dihitung lebih dahulu.

Ini seperti mematikan kompor demi keselamatan setelah pemadam kebakaran tiba di halaman.

Operasional Tetap Berjalan Normal

Kejaksaan memastikan pengunduran diri Febrie tidak mengganggu kerja Jampidsus. Seluruh penyidikan, penuntutan, dan penanganan perkara diklaim tetap berjalan sesuai mekanisme.

Bacaan Lainnya

Kabar itu tentu melegakan.

Jampidsus merupakan bagian Kejaksaan yang mengurus perkara korupsi besar, termasuk pelacakan dan pemulihan aset. Lembaga sebesar itu memang tidak boleh bergantung pada satu pejabat.

Namun, kasus Febrie memperlihatkan ujian yang jauh lebih besar daripada sekadar pergantian kursi.

Jampidsus selama ini meminta masyarakat percaya bahwa penyitaan dilakukan berdasarkan bukti, pelacakan aset dilakukan secara profesional, dan setiap rupiah harus diketahui asal-usulnya.

Kini tuntutan yang sama diarahkan kembali kepada orang yang memimpin lembaga tersebut.

Tidak diperlukan standar baru. Tidak perlu pula teori hukum tambahan. Gunakan saja standar yang selama ini dipakai ketika penyidik mendatangi rumah para tersangka lain.

Telusuri asetnya. Periksa dokumennya. Cocokkan dengan laporan kekayaannya. Temukan pemilik sebenarnya. Jelaskan kepada publik.

Febrie sendiri sudah menulis dasar teorinya sejak 2018.

Tinggal memastikan disertasinya tidak hanya cukup kuat untuk menyita aset orang lain, tetapi juga cukup berani ketika alamat pemeriksaannya berubah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan