Presiden akan rapat terbatas setelah menegaskan biaya SD sampai universitas negeri harus gratis, dananya dari uang yang dikorupsi.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk menuntaskan biaya pendidikan negeri. Ia menegaskan jenjang SD, SMP, SMA, dan universitas negeri harus gratis.
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan puncak HUT ke-28 PAN di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jumat malam, 18 September 2026.
“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo.
Sorakan kader memenuhi ruang. Janji itu memperluas komitmen yang sempat ia sampaikan saat pidato RUU APBN 2027 pada 14 Agustus 2026, yang masih terbatas pada sekolah negeri.
Dari Mana Uangnya?
Prabowo menampik pertanyaan soal sumber dana sebelum pertanyaan itu diajukan. “Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri,” ujarnya.
Ia tidak merinci skema sitaan, target pemulihan aset, atau pagu yang dibutuhkan. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebelumnya menyinggung keluhan anak muda soal mahalnya masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur mandiri.
Di forum yang sama, Prabowo menyinggung atap sekolah yang runtuh, toilet yang buruk, dan gaji guru yang harus diperbaiki. Ia mengakui pemerintahannya dituduh kurang berkomunikasi karena “kerja terus” selama dua tahun.
Defisit yang Sama Harinya
Pagi sebelumnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan kinerja APBN per 31 Agustus 2026. Defisit tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto.
Pendapatan negara Rp2.055,6 triliun. Belanja negara Rp2.295,7 triliun. Keseimbangan primer masih surplus Rp154 triliun. Suahasil menyebut perjalanan anggaran “relatively on track”.
Hingga Sabtu pagi, Istana dan Kementerian Pendidikan belum merilis jadwal ratas, ruang lingkup biaya yang dihapus, maupun hitungan kebutuhan fiskal.***





