Muktamar ke-35 NU: Perkuat Peran Gen Z dan Evaluasi Dakwah

Sidang Komisi Program Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), di Tambakberas, Jombang, Jumat, 28 Agustus 2026. (Istimewa) 

Keterlibatan generasi muda dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan NU serta menyesuaikan model dakwah dengan selera Gen Z.

​Anggota tim perumus Sidang Komisi Program Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Hasanuddin Ali, mendorong keterlibatan anak muda dalam penyusunan program. Hal tersebut mengemuka dalam sidang di Tambakberas, Jombang, Jumat, 28 Agustus 2026.

​Pelibatan generasi muda dinilai krusial untuk merealisasikan Peta Jalan NU 2026–2050. Hasanuddin menyoroti adanya kesenjangan selera, pemikiran, serta performa kerja antara Nahdliyyin muda dan kelompok usia tua.

​Menurut dia, organisasi keagamaan akan lebih cepat berkembang ketika memberikan ruang kepengurusan kepada anak muda. “Semakin tua pengurus, semakin redup performa organisasi. Sebaliknya, semakin muda pengurus, semakin cemerlang,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

​Ihwal selera dakwah, terdapat perbedaan yang mencolok. Gen Z lebih tertarik pada pendakwah di luar NU, seperti Hanan Attaki dan Adi Hidayat. Sementara itu, generasi tua mengidolakan ulama NU seperti KH Anwar Zahid maupun Gus Baha.

​Evaluasi Materi Dakwah

​Pimpinan Sidang Komisi Program, Alissa Wahid, turut menegaskan perlunya organisasi memahami kebutuhan generasi muda. Ia menilai anak muda menyukai pendakwah luar karena materinya relevan dengan persoalan keseharian.

​Alissa menyarankan agar materi dakwah segera dievaluasi. “Barangkali ulama NU kita ini ceramahnya itu-itu saja seputar politik, takwa, sedekah, poligami, yang sama sekali tidak menjawab rasa ingin tahu Gen Z,” bebernya.

​Selain itu, Hasanuddin memaparkan hasil survei Alvara terkait harapan warga Nahdliyyin. Sebanyak 58,9 persen Gen Z memilih bimbingan fikih remaja sebagai topik keagamaan yang paling mereka butuhkan saat ini.

​Momentum penyusunan program dinilai krusial. “Program kerja 2026–2030 sangat menentukan karena di tahun inilah Gen Z berada di titik emasnya, sehingga mereka mampu membawa NU menuju masa keemasan pula,” tuturnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan