ChatGPT Menaksir Usia, Akun Remaja Otomatis Dibatasi

Ilustrasi sistem prediksi usia yang menganalisis pola penggunaan akun dan mengaktifkan pembatasan konten ketika pengguna teridentifikasi sebagai remaja. (AI Generate)

OpenAI menganalisis topik percakapan, waktu akses, dan pola penggunaan untuk memperkirakan usia. Pengguna dewasa yang salah diklasifikasikan harus menjalani verifikasi agar pembatasan dicabut.

OpenAI mulai menggulirkan sistem prediksi usia ChatGPT secara global untuk mengidentifikasi akun yang kemungkinan digunakan orang berumur di bawah 18 tahun. Akun yang dinilai memenuhi kriteria otomatis dialihkan ke pengalaman ChatGPT for Teens.

Peluncuran belum berlangsung serentak di seluruh wilayah. OpenAI menyatakan sistem tersebut baru akan diterapkan di Uni Eropa dalam beberapa pekan mendatang untuk menyesuaikan persyaratan regional.

Akun yang masuk kategori remaja tetap aktif dan dapat digunakan untuk belajar, mencari informasi, serta membuat konten. Namun, ChatGPT menerapkan perlindungan tambahan terhadap materi sensitif dan membatasi sejumlah fitur.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada sistem yang sempurna,” tulis OpenAI dalam dokumentasi prediksi usia yang diperbarui pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Percakapan Menjadi Sinyal Usia

Prediksi usia tidak hanya mengandalkan tanggal lahir yang dimasukkan saat pendaftaran. Sistem dapat tetap mengategorikan sebuah akun sebagai milik remaja meskipun pemiliknya pernah mencantumkan usia dewasa.

OpenAI menyebut sinyal yang dianalisis mencakup topik umum percakapan, waktu pengguna mengakses ChatGPT, cara dan waktu akun digunakan, serta umur akun.

Perusahaan tidak memublikasikan bobot masing-masing sinyal. Dokumentasi resminya juga belum mencantumkan tingkat akurasi, angka salah positif ketika orang dewasa dianggap remaja, maupun salah negatif saat pengguna remaja tidak terdeteksi.

OpenAI mengumumkan ChatGPT for Teens pada 18 Agustus 2026. Pada hari yang sama, perusahaan memperbarui Model Spec untuk memperjelas batas interaksi antara asisten dan remaja, termasuk larangan mendorong ketergantungan emosional atau memberikan kesan bahwa kecerdasan buatan memiliki perasaan dan kesadaran.

Akun remaja secara otomatis mengaktifkan fitur Reduce Sensitive Content. Pemilik akun tidak dapat mematikan perlindungan itu sendiri selama masih berada dalam pengalaman remaja, meskipun orang tua yang akunnya terhubung dapat mengelola pengaturan tersebut pada kondisi tertentu.

Penyaring itu membuat ChatGPT lebih berhati-hati dalam menjawab permintaan mengenai kekerasan grafis, tantangan viral berbahaya, permainan peran seksual, romantis, atau penuh kekerasan, serta konten yang mendorong diet tidak sehat, standar kecantikan ekstrem, dan penghinaan terhadap tubuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan