Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menyita perhatian usai mendebat aparat di Bundaran HI. Calon dokter asal Depok ini membuktikan bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi keberanian bersuara.
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Fathimah Azzahra berhadapan langsung dengan aparat kepolisian saat demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Ia memprotes keras pelarangan mobil komando aksi yang disewa menggunakan uang donasi masyarakat tersebut.
“Ketika sedang berbicara dengan Pak Kapolres, tiba-tiba ada salah satu polisi menyuruh pengemudi mobil komando kita untuk putar balik dengan dibentak-bentak sampai terguncang,” kata Fathimah di lokasi aksi, Selasa.
Sebelumnya, ketegangan itu bermula saat polisi melarang penggunaan pengeras suara karena dinilai berpotensi mengganggu aktivitas di gedung perkantoran. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengklaim jajarannya hanya berupaya menjaga kelancaran lalu lintas.
“Saya akan memberikan rasa aman. Tolong mengerti, silakan kalian menyampaikan aspirasi, kami akan menjaga,” tutur Reynold.
Akar Intelektual dan Prestasi
Keberanian dan ketajaman analisis Fathimah telah dipupuk sejak masa sekolah. Jejak pendidikan aktivis muda ini berakar kuat di Kota Depok, Jawa Barat. Ia tercatat menempuh pendidikan dasar di Binakheir Islamic Elementary School (2011–2017) dan Binakheir Islamic Junior High School (2017–2020).
Pendidikannya kemudian berlanjut hingga ia lulus dari SMA Negeri 3 Depok pada 2023. Perjalanan intelektual dan dukungan kuat dari para guru di Depok membawanya diterima di Program Kelas Khusus Internasional (KKI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui jalur pemanduan bakat atau Talent Scouting.
Di kampus, ia sukses meraih Juara Pertama kompetisi riset nasional The 17th Liver Update di bidang hepatologi pada 2025. Ia juga pernah menjabat sebagai Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FK UI, sebuah wadah edukasi kesehatan jiwa bagi masyarakat.
Kritik Kebijakan Publik
Kepedulian sosial calon dokter ini tercermin kuat dari ketegasannya mengkritisi kebijakan pemerintah. Namanya pernah viral seusai adu argumen dengan Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, di sebuah mimbar diskusi terbuka terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).





