BPS Catat 18 Juta Keluarga Tempati Rumah Tak Layak

BPS : 18,01 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni. (RRI)

Sebanyak 18,01 juta keluarga di Indonesia masih mendiami rumah tidak layak huni. Pemerintah daerah hingga kelompok masyarakat berupaya menekan angka tersebut melalui program perbaikan gratis.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti membeberkan sebanyak 18,01 juta rumah tangga di Indonesia masih menempati rumah tidak layak huni per Maret 2026. Angka tersebut setara dengan 24,03 persen dari total rumah tangga secara nasional.

“Backlog dua pada 2026 mencapai 24,03 persen, di mana angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 25,33 persen,” kata Amalia dalam acara Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Amalia menggarisbawahi masalah akses kelayakan hunian ini melampaui persoalan kepemilikan rumah. Berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah rumah tak layak huni tertinggi, sedangkan Kalimantan Utara tercatat paling rendah.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, tingginya angka tersebut menjadi landasan pemerintah memprioritaskan pemerataan hunian. Target program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya bahkan dinaikkan dari 45 ribu menjadi 400 ribu unit demi mempercepat perbaikan.

Inisiatif Perbaikan di Jawa Barat

Ihwal tingginya angka ketidaklayakan hunian di wilayahnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau warga memanfaatkan fitur Imah Aing di aplikasi Sapawarga. Fitur ini dirancang untuk mempermudah pengajuan perbaikan rumah secara gratis.

“Silakan manfaatkan akses ini untuk menyelesaikan berbagai masalah ketidaklayakan rumah,” ucap Dedi pada Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan masih banyak rumah tak layak yang belum terdata oleh pemerintah provinsi. Masyarakat kini hanya perlu mengunggah kartu identitas, titik koordinat, serta foto kondisi rumah untuk mendapatkan bantuan tanpa pungutan biaya.

Gerakan Gotong Royong Warga

Selain itu, kelompok masyarakat turut bergerak menekan angka hunian tak layak. Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) bersama warga Thoriqoh Shiddiqiyyah meresmikan 126 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Layak Huni menjelang 17 Agustus 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan