Hasil Autopsi: Satpam Jatiluhur Diduga Sudah Tak Bernyawa sebelum Dibuang

Dokumentasi proses evakuasi jenazah satpam Waduk Jatiluhur Sumarna yang mengambang dengan tangan terborgol. (X@infojawabarat)

Paru-paru Sumarna hanya berisi sedikit air. Polisi juga menemukan luka di wajah, kepala belakang, dan bekas jeratan pada leher korban.


Hasil autopsi terhadap Sumarna, 40 tahun, menguatkan dugaan bahwa satpam Waduk Jatiluhur itu telah meninggal sebelum tubuhnya dimasukkan ke perairan waduk di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, menemukan sedikit air dan tidak mendapati lumpur di paru-paru korban. Polisi masih menganalisis temuan tersebut untuk memastikan penyebab kematian Sumarna.

Autopsi juga mengungkap luka pada wajah dan kepala bagian belakang serta bekas jeratan di leher korban. Di tempat kejadian, polisi menemukan dua borgol. Satu borgol masih terpasang di tangan Sumarna, sedangkan satu lainnya ditemukan di sekitar lokasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta Ajun Komisaris I Made Purwantara mengatakan penyidik telah menyusun sejumlah hipotesis berdasarkan hasil autopsi dan temuan di lapangan.

“Kita sudah melakukan hipotesis atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kami kumpulkan dan saat ini kami dalami lebih lanjut,” kata Made pada Selasa, 28 Juli 2026.

Polisi Telusuri Sejumlah Kemungkinan

Selain dugaan bahwa kematian Sumarna berkaitan dengan tegurannya terhadap pelaku vandalisme di kawasan waduk, penyidik menelusuri kemungkinan adanya persoalan keuangan yang pernah dihadapi korban.

Made belum memerinci persoalan tersebut maupun kaitannya dengan kematian Sumarna. Polisi juga belum menyimpulkan motif dan identitas orang yang diduga terlibat.

Sebanyak 15 saksi telah diperiksa. Mereka terdiri atas anggota keluarga, rekan kerja, orang terdekat korban, serta warga di sekitar tempat kejadian.

Di tengah penyelidikan, beredar informasi di media sosial yang menyebut polisi telah menangkap pelaku. Polres Purwakarta membantah kabar tersebut.

Hingga Selasa, polisi belum menetapkan tersangka ataupun melakukan penangkapan. Penyidik masih mencocokkan hasil autopsi dengan keterangan para saksi dan barang bukti yang ditemukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan