Film Bandit Raih Grand Jury Prize di Los Angeles

Film Bandit
Film laga menegangkan Bandit memenangkan Grand Jury Prize for Narrative Feature di Dances With Films: LA 2026. (Istimewa)

Film laga menegangkan Bandit memenangkan Grand Jury Prize for Narrative Feature di Dances With Films: LA 2026, setelah menjalani pemutaran perdana dunia di TCL Chinese Theatre, Los Angeles.


Film laga menegangkan Indonesia-Amerika Serikat, Bandit, meraih Grand Jury Prize for Narrative Feature dalam Dances With Films: Los Angeles 2026. Penghargaan itu diumumkan setelah festival film independen edisi ke-29 tersebut berlangsung pada 18-28 Juni 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Bandit menjadi salah satu film panjang naratif yang diputar perdana secara global dalam festival itu. Film berdurasi 109 menit tersebut tayang pada Jumat malam, 26 Juni 2026, di TCL Chinese Theatre, Hollywood.

Sutradara Brian L. Tan mengatakan Bandit dibuat untuk menghadirkan sisi lain Bali, yang selama ini lebih lekat dengan citra pulau wisata tropis.

Bacaan Lainnya

“Kami membuat film Bandit untuk memberikan eksplorasi dan perspektif baru tentang sebuah pulau yang menjadi kebanggaan dan selalu dipandang indah oleh kita semua,” kata Brian dalam sambutan kemenangannya. “Kami hadir membawa pertanyaan: bagaimana kalau realita tidak seindah itu?”

Festival Dances With Films: LA tahun ini menayangkan 279 film, termasuk 41 film panjang naratif. Penyelenggara memasukkan Bandit dalam daftar film yang menjalani pemutaran perdana dunia sepanjang festival.

Bali dalam Latar Kejaran Tengah Malam

Film ini mengikuti dua sahabat yang mencuri sebuah mobil Mercedes-Benz G-Wagon demi memperoleh uang cepat. Rencana itu berubah ketika mereka menemukan mayat di dalam bagasi mobil serta jejak kejahatan yang menyeret keduanya ke dalam perburuan.

Gatra, salah satu tokoh utama, kembali terlibat kejahatan setelah istrinya yang sedang hamil mengalami komplikasi medis. Bersama Tiar, mantan rekan kriminalnya, ia mencuri mobil yang semula tampak ditinggalkan. Namun, keduanya justru menghadapi pemilik mobil dan kelompok yang berkaitan dengan jasad di dalam kendaraan itu.

Latar Bali menjadi salah satu elemen penting dalam cerita. Pulau yang umum ditampilkan lewat pantai, vila, dan kawasan wisata itu diposisikan sebagai ruang kejaran kriminal yang berlangsung hingga menjelang fajar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan