Stok Beras 5,3 Juta Ton Diuji Harga Pasar

Ilustrasi: Stok beras Bulog yang mencapai 5,3 juta ton menjadi bantalan menghadapi puncak kemarau. Namun, stabilitas harga cabai, gula, minyak goreng, dan kelancaran distribusi pangan tetap menjadi ujian di pasar.

Cadangan beras Bulog mencapai 5,3 juta ton menjelang puncak kemarau. Pemerintah kini diuji menjaga harga cabai, gula, minyak goreng, dan pangan lain di pasar.

Pemerintah memasuki puncak musim kemarau 2026 dengan stok beras Bulog sekitar 5,3 juta ton. Cadangan itu menjadi bantalan pasokan nasional, tetapi belum otomatis menjamin harga pangan lain tetap terkendali di pasar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi puncak kemarau berlangsung pada Juli hingga September 2026, dengan cakupan wilayah terluas terjadi pada Agustus.

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan musim kemarau tahun ini diproyeksikan lebih kering dan lebih panjang dibanding kondisi normal.

“BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027,” kata Ardhasena dalam keterangan resmi BMKG, 10 Juni 2026.

Peluang El Niño itu perlu diantisipasi karena kemarau dapat mengganggu ketersediaan air, produksi pertanian, serta distribusi pangan dari sentra produksi ke wilayah konsumsi.

Komoditas hortikultura seperti cabai lebih cepat merespons gangguan cuaca dan distribusi. Sementara gula serta minyak goreng memiliki tekanan pasokan yang dipengaruhi bahan baku, pengolahan, dan biaya logistik.

Stok Beras Jadi Bantalan

Perum Bulog mencatat stok beras yang dikelola pemerintah mencapai sekitar 5,3 juta ton pada awal Juni 2026. Cadangan tersebut disiapkan untuk bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP, serta intervensi ketika harga beras meningkat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok itu cukup untuk menopang program stabilisasi pemerintah selama periode rawan harga.

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton,” kata Ahmad Rizal dalam keterangan resmi Bulog, 6 Juni 2026.

Hingga 6 Juni, bantuan pangan beras telah diterima hampir 20 juta penerima dari target 33,2 juta penerima. Bulog juga telah menyalurkan 315 ribu ton beras SPHP ke sejumlah saluran distribusi.

Beras medium di tingkat eceran nasional pada 27 Juni berada pada kisaran Rp16.100 hingga Rp16.300 per kilogram. Harga itu menjadi salah satu indikator yang akan dipantau pemerintah sepanjang musim kemarau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan