Gus Alex Buka Suara soal Perantara Dana USD1 Juta

Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex usai diperiksa penyidik KPK. - RRI/Chairul Umam
Mantan Stafsus Menag Gus Alex mengakui kenal dengan ZA, sosok yang diduga menjadi perantara aliran dana USD1 juta ke Pansus Haji.

​Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, akhirnya buka suara terkait sosok ZA. Pria yang kini berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengakui mengenal ZA, pihak yang kuat dugaannya memegang peran sebagai perantara aliran dana sebesar USD1 juta dalam pusaran korupsi kuota haji 2024-2025.

​Pengakuan Singkat di Balik Rompi Oranye

​Awak media langsung mencecar Gus Alex mengenai kedekatannya dengan ZA saat ia keluar dari gedung komisi antirasuah pada Senin, 11 Mei 2026. Sambil mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, ia tidak banyak bicara merespons rentetan pertanyaan wartawan.

​“Kenal,” jawab Gus Alex singkat, membenarkan perkenalannya dengan sosok yang kini menjadi sorotan penyidik.

Bacaan Lainnya
​Dana Gelap yang Nyaris Mengalir ke Senayan

​Keberadaan ZA sangat krusial dalam kasus ini. Penyidik menduga ZA bertugas menyalurkan uang pelicin kepada Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji DPR 2024. Sejumlah pihak diduga sengaja menyiapkan dana dalam jumlah fantastis tersebut guna memengaruhi hasil penyelidikan dewan terkait polemik kuota haji.

​Meski begitu, skema penyuapan ini urung terjadi. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyebut penyidik memang mendapati uang tersebut berada di tangan ZA. Namun, transaksi suap itu baru sebatas pembicaraan dan belum sempat berpindah tangan ke anggota dewan. Pihak ZA pun kini sudah mengembalikan uang tersebut kepada negara.

​Di sisi lain, penyidik juga mencatat fakta menarik bahwa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, tidak pernah sekalipun memenuhi panggilan agenda Pansus Haji DPR.

​KPK Telusuri Validitas dan Kejar Saksi Kunci

​KPK tidak tinggal diam melihat rentetan fakta baru yang terus bermunculan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan lembaganya akan membongkar tuntas teka-teki aliran dana ini ke akarnya.

​“KPK tentu akan menelusuri dan mendalami validitas informasi tersebut,” ujar Budi. “Salah satunya dengan melakukan pemanggilan para saksi yang mengetahui dugaan peristiwa tersebut.”

​Awal Mula Skandal Kuota Tambahan

​Kasus rasuah ini bermula dari karut-marut pengalihan kuota tambahan haji 2024. KPK mengendus adanya praktik culas penyimpangan alokasi kuota haji khusus yang menabrak aturan hukum. Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi pungutan liar dari sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang ingin mempercepat jadwal keberangkatan jamaah.

Pos terkait