Empat abad sebelum PDAM ada, Kesultanan Banten sudah mengoperasikan sistem pengolahan air bertingkat—tanpa pompa, tanpa listrik, hanya gravitasi. Dan sebagian besar orang bahkan tidak tahu tempat itu masih berdiri.
Di Desa Margasana, Kramatwatu, Serang, ada danau buatan seluas 6,5 hektare yang usianya hampir 500 tahun. Namanya Tasikardi—dari bahasa Sunda Kuno: tasik (danau) dan ardi (buatan). Dibangun pada masa Sultan Maulana Yusuf sekitar 1570-an, danau ini bukan sekadar waduk hias. Ia adalah hulu dari sebuah jaringan distribusi air bersih untuk Keraton Surosowan.
Yang membuat sistem ini luar biasa bukan usianya, melainkan cara kerjanya.
Air dari Tasikardi tidak langsung mengalir ke istana. Ia melewati tiga bangunan bata berbentuk seperti bunker yang disebut pengindelan: Pengindelan Abang, Putih, dan Emas. Di dalam masing-masing bangunan itu, air diendapkan dan disaring melalui media pasir dan ijuk—proses yang kini kita kenal sebagai water treatment. Satu siklus pengolahan bisa menampung antara 56,7 hingga lebih dari 100 meter kubik air.
Seluruh sistem bekerja hanya dengan gravitasi. Tasikardi diposisikan pada elevasi lebih tinggi dari keraton, sekitar dua kilometer ke arah tenggara. Beda ketinggian itu cukup untuk mendorong air mengalir sendiri melalui jaringan pipa terakota yang ditanam di bawah tanah—diameternya bervariasi dari 2 hingga 40 sentimeter, tanpa satu pun pompa dilibatkan.
Ada narasi yang selama ini beredar: teknologi maju baru datang ke Nusantara ketika Eropa tiba. Tasikardi membantah itu secara langsung. Arsitek Belanda Hendrick Lucaszoon Cardeel memang tercatat pernah mengerjakan pengembangan bangunan pengindelan—tetapi ia baru tiba di Banten pada 1675, lebih dari seabad setelah sistem hidraulik ini dibangun.
Arkeolog Halwany Michrob dalam penelitiannya (1993) menyebutnya sebagai perpaduan teknologi lokal Banten dengan pengaruh Tiongkok dan Belanda, bukan sekadar impor teknologi asing.
Hari ini, Pengindelan Emas tinggal puing. Dua lainnya masih berdiri, tapi nyaris tidak masuk rute wisata mana pun.





