Pemkot Surabaya Tambah 3 PAUD Negeri Dukung Wajib Belajar 13 Tahun

Paud Baru
Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani. - Diskominfo Surabaya
Pemkot Surabaya menambah tiga PAUD negeri mulai tahun ajaran 2026/2027 guna mendukung perluasan akses program Wajib Belajar 13 Tahun bagi warga.

Pemerintah Kota Surabaya mempercepat perluasan akses pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebanyak tiga lokasi PAUD negeri baru ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan fondasi anak. Kebijakan tersebut selaras dengan program nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun prasekolah.

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan pihaknya sedang memetakan aset milik pemkot yang akan direhabilitasi. Aset tersebut nantinya difungsikan sebagai lembaga pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kami bergerak cepat memperluas akses bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan memetakan aset untuk PAUD negeri,” ujar Rini Indriyani, Rabu (8/4/2026). Ia ingin memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal.

Sebaran Lokasi Baru

Tiga lokasi baru tersebut mencakup Pasar Nambangan dengan kapasitas 12 murid Kelompok Bermain. Selain itu, SDN Sidotopo 4 akan menyediakan layanan satu atap untuk TK, KB, hingga Taman Penitipan Anak (TPA).

Lokasi ketiga berada di Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan khusus untuk layanan TK. Dengan penambahan ini, Surabaya berupaya mencapai target nol persen anak usia dini yang tidak terlayani pendidikan.

Selain infrastruktur, pemerintah juga mengucurkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk beasiswa. Dana tersebut menyasar 7.000 anak pada tahun 2026 guna meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.

Investasi Sumber Daya Manusia

Peningkatan kesejahteraan guru turut menjadi fokus utama. Sebanyak 8.000 pendidik PAUD di Kota Pahlawan menerima dukungan jasa pelayanan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

“Pemerintah kota tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga investasi manusia,” tegas Rini Indriyani, Rabu (8/4/2026). Kualitas layanan di lembaga negeri maupun swasta akan tetap dijaga melalui standarisasi.

Saat ini, jumlah peserta didik PAUD di Surabaya telah menembus angka 100 ribu anak. Verifikasi lapangan terus dilakukan oleh tim tingkat kecamatan guna mencegah terjadinya angka putus sekolah sejak usia dini.

Pemerintah berharap seluruh aset yang direhabilitasi dapat beroperasi tepat waktu. Layanan pendidikan inklusif menjadi target utama agar fondasi karakter anak-anak Surabaya terbangun dengan kuat dan merata.***

Pos terkait