Hampir semua benda atau senjata yang ada sekarang terbuat dari material yang ada di bumi, seperti besi, baja, almunium, seng, dan tembaga. Namun, jangan salah, ada juga benda atau senjata yang terbuat dari material ‘kiriman’ dari luar angkasa, terutama metorit.
Umumnya material ‘pendatang’ ini dibikin senjata tajam. Dipercaya memiliki kekuatan ‘magis’ dan mampu mengalahkan senjata apa pun yang terbuat dari material lokalan bumi.
Berikut beberapa senjat yang terkonfirmasi terbuat dari meteorit:
Pedang Sultan Jahangir
Sejarah dunia mencatat bahwa sebuah negara Islam pernah berdiri di India—negara yang pada masa kini mayoritas penduduknya beragama Hindu. Nama negara Islam itu adalah Kerajaan Mughal atau Moghul. Pada masanya, kerajaan ini dikenal sebagai salah satu negara termakmur di dunia.
Kesultanan Mughal dikenal sebagai salah satu negara termakmur di dunia. Saking identiknya kesultanan ini dengan kemakmuran, sampai-sampai diksi “moghul” kemudian diadopsi ke dalam kosakata bahasa Inggris untuk menyebut orang-orang dengan kekayaan yang melimpah-ruah.
Pada bulan April 1621, sebuah metorit jatuh di wilayah Punjab, yang termasuk dalam kekuasaan Mughal. Kala itu Mughal dipimpin oleh Sultan Jahangir, yang berkuasa sepanjang 1605 – 1627.
Petugas pajak setempat lantas memerintahkan penggalian di lokasi jatuhnya meteorit. Menurut catatan ketika itu, ketika lubang meteorit tersebut digali semakin dalam, hawanya terasa semakin panas. Namun demikian, penggalian terus dilakukan. Hingga akhirnya tim penggali berhasil menemukan meteorit berupa bongkahan logam merah membara.
Batu itu diambil untuk didinginkan. Ketika sudah dingin, meteorit tersebut dikirim ke sebuah lembaga milik pemerintah. Kabar mengenai jatuhnya meteorit ini akhirnya sampai ke telinga Sultan Jahangir. Dan Sang Sultan yakin bahwa meteorit tersebut adalah hadiah kiriman dari Tuhan.
Atas dasar keyakinan tersebut, Sultan Jahangir memerintahkan kepada pandai besi kerajaan untuk mengolah batu meteorit tersebut menjadi senjata. Hasilnya, terciptalah pedang dan belati yang permukaannya penuh ukiran. Pedang ini masih ada sampai sekarang.







