Arus mudik Idulfitri 2026 memuncak Rabu, 18 Maret 2026. Jutaan warga meninggalkan Jakarta, memicu kemacetan hingga belasan kilometer di tol Trans Jawa dan jalur penyeberangan.
Pergerakan manusia ini mendapat sorotan dari media Arab News, surat kabar harian berbahasa Inggris yang diterbitkan di Riyadh, Arab Saudi.
Menurut laporannya, jutaan warga Indonesia terjebak kemacetan lalu lintas selama berjam-jam pada Rabu, saat arus mudik Lebaran mencapai puncaknya.
Survei pemerintah memperkirakan hampir 144 juta orang—sekitar setengah populasi Indonesia—melakukan perjalanan untuk merayakan Idulfitri tahun ini.
Pada hari yang sama, sekitar 22 juta orang diprediksi memadati jalan raya. Akibatnya, kemacetan hingga 15 kilometer terjadi di sejumlah ruas tol di Pulau Jawa, termasuk Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) dan Tol Jakarta-Cikampek.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut volume kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta Raya terus meningkat menjelang hari raya.
“Pengguna jalan harus mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas dan merencanakan perjalanan dengan cermat,” ujar Rivan.
Titik Macet dan Lonjakan Kendaraan
Kemacetan terparah terjadi di jalur-jalur utama menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta—empat destinasi utama pemudik.
Selain jalan tol, kepadatan ekstrem juga terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa dilaporkan mengantre hingga 11 kilometer. Bahkan sebelumnya, antrean sempat mencapai 35 kilometer pada akhir pekan lalu.
Fenomena mudik, yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia, dikenal sebagai salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia.
Pengamanan dan Moda Transportasi
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, lebih dari 160.000 personel gabungan dikerahkan di 2.700 titik di seluruh Indonesia hingga 25 Maret 2026.
Kementerian Perhubungan mencatat, mayoritas pemudik tahun ini menggunakan kendaraan pribadi. Sebanyak 76 juta orang memilih mobil, 24 juta menggunakan sepeda motor, dan 23 juta lainnya menggunakan bus.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan rekayasa lalu lintas guna menghindari kepadatan ekstrem di jalur mudik utama. ***





