Jutaan orang menembus kemacetan panjang demi pulang ke kampung halaman. Mudik bukan sekadar tradisi, melainkan panggilan jiwa kita.
Oleh: Faried Wijdan | Penulis Samudrafakta
Panggilan jiwa yang senantiasa menggerakkan lautan manusia ini sering kali kita anggap sebagai kebiasaan masyarakat modern yang lelah merantau di ibu kota.
Padahal, jika kita menelusuri kembali lorong waktu, kebiasaan ini telah hidup jauh sebelum jalan-jalan beraspal membelah pulau-pulau kita.
Jejak Sejarah di Balik Kata “Mudik”
Banyak orang berasumsi bahwa mudik adalah produk instan dari modernisasi dan urbanisasi. Faktanya, tradisi ini memiliki akar yang jauh lebih tua dari umur republik ini.
Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, mencatat bahwa istilah “mudik” berakar dari bahasa Melayu “udik” yang berarti hulu sungai. Pada masa lampau, masyarakat hulu biasa berlayar ke hilir untuk berdagang, lalu pulang kembali ke hulu.
Jauh sebelum era kejayaan Majapahit, masyarakat agraris Jawa sudah memiliki kebiasaan pulang kampung untuk membersihkan makam dan menghormati leluhur.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aulia Hadi, menggarisbawahi bahwa saat Islam masuk dan menyebar di Nusantara, kebiasaan lokal ini beradaptasi dengan sangat mulus. Ritual membersihkan makam bertransformasi menjadi ziarah kubur dan silaturahmi yang kita praktikkan hari ini.
Pelarian dari Kerasnya Ibu Kota
Tradisi mudik meledak dan menemukan bentuk modernnya pada dekade 1970-an. Gelombang industrialisasi memaksa orang-orang desa bermigrasi mencari penghidupan di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Sosiolog dan pengamat budaya Umar Kayam dalam esainya sering menyoroti fenomena ini; perpindahan fisik ke kota tidak serta-merta mencabut akar batin masyarakat dari desanya.
Kota metropolitan memaksa pekerja hidup dalam ritme yang serba cepat, kompetitif, dan sering kali individualistis. Mudik menawarkan ruang jeda yang sangat dibutuhkan. Saat pulang, para perantau secara sadar menanggalkan gelar, jabatan, dan beban kerja.





