Kota Pahlawan Raih Predikat KIP Terbaik se-Jawa Timur, Nilai Hampir Sempurna

Surabaya mendapatkan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik atau KIP terbaik se-Jatim. - Dok. KI Award 2025
Pemkot Surabaya meraih indeks 99,90 dalam Anugerah KIP 2025.

Pemerintah Kota Surabaya kembali mencatat prestasi nasional dalam bidang transparansi. Pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 yang digelar Komisi Informasi Jawa Timur, Pemkot Surabaya meraih predikat Terbaik Pertama Informatif untuk kategori pemerintah daerah se-Jawa Timur. Nilai indeksnya hampir sempurna, mencapai 99,90.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, M. Fikser, menyebut capaian ini merupakan hasil komitmen kuat seluruh jajaran, terutama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Di Surabaya, Keterbukaan Informasi Publik bukan sekadar pemenuhan kewajiban, tetapi sudah menjadi budaya kerja dan bagian integral dari pelayanan publik,” ujar Fikser, Kamis (4/12/2025).

Bacaan Lainnya
Strategi Transparansi dan Inovasi Digital

Nilai tinggi tersebut didukung kebijakan yang menempatkan Indeks KIP sebagai target tahunan dalam RPJMD, disertai peningkatan anggaran hingga 62 persen untuk penguatan layanan informasi dan pembentukan PPID sampai tingkat kelurahan.

Secara strategis, Pemkot Surabaya menerapkan konsep “One Map, One Policy” sebagai basis data kewilayahan untuk mempermudah penyajian informasi lintas sektor. Langkah ini didukung kerja sama data dengan Kemendagri dan BPS.

Fikser menjelaskan, inovasi digital menjadi pilar penting, termasuk konsep “Satu Aplikasi, Semua Layanan” dengan integrasi website, aplikasi mobile, dan chatbot berbasis single sign-on. Pada tahap wawancara 23 Oktober 2025, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan pemanfaatan Generative AI untuk mempercepat layanan.

“Inovasi terdepan yang dilakukan Surabaya adalah pemanfaatan Generative AI. Tersedia Chat AI yang mampu menjawab pertanyaan layanan publik secara cepat dan sesuai regulasi. Bahkan, Pemkot berencana mengembangkan Dashboard AI untuk visualisasi data sesuai prompt yang diberikan,” kata Fikser.

Layanan Inklusif dan Aksesibilitas

Selain digitalisasi, Pemkot menaruh perhatian besar pada inklusivitas. Website dan aplikasi mobile dilengkapi fitur aksesibilitas seperti pengaturan ukuran teks, kontras, grayscale, dan font ramah baca. Di layanan fisik, disiapkan petugas bahasa isyarat dan alat bantu Braille.

Pos terkait