1.764 Lulusan Wisuda, Universitas Terbuka Tegaskan Pendidikan Tanpa Batas

Prosesi Wisuda Universitas Terbuka (UT) Willayah 2, pada Selasa, 11 November 2025. - Dok. Universitas Terbuka
Rektor UT ajak wisudawan jadi pahlawan di bidang masing-masing dan membawa perubahan positif bagi bangsa.

Universitas Terbuka (UT) kembali membuktikan bahwa pendidikan tinggi berkualitas tak mengenal batas ruang dan waktu.

Melalui Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Wilayah 2 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (11/11/2025), UT mewisuda 1.764 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dan program studi.

Tema yang diusung kali ini: “Menuju Masa Depan Era Digital Meraih Prestasi Gemilang.”

Bacaan Lainnya
Rektor UT: Jadilah Pahlawan di Bidangmu

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengajak para wisudawan menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk berbuat nyata di bidang masing-masing.

“Para lulusan diharapkan menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing, dengan menebarkan manfaat, menciptakan solusi, serta membawa perubahan positif bagi masyarakat luas,” ujarnya dalam pidato wisuda, Selasa (11/11).

Ali menegaskan, semangat kepahlawanan itulah yang harus menjadi bekal utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bangsa ini butuh generasi yang berani, ulet, dan berdedikasi.

Ia menutup sambutannya dengan pesan yang menenangkan: “Ilmu yang diperoleh hari ini semoga menjadi amal jariah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”

Cerita dari Kaltara: Mimpi ASN Menyelesaikan S2

Salah satu wajah inspiratif di antara para wisudawan adalah Erma Maslahatul Umami (37), lulusan Magister Administrasi Publik UT Tarakan. ASN dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara ini mengaku UT menjadi solusi nyata bagi masyarakat di daerah terluar untuk bisa kuliah.

“Sistem kuliahnya memudahkan. Mayoritas perkuliahan daring, jadi kami bisa mengatur waktu belajar sesuai kesibukan,” tutur Erma kepada Samudrafakta, Selasa (11/11).

Ia menambahkan, “Waktu dan lokasi belajar fleksibel, biaya terjangkau, tanpa uang gedung.”

Erma menegaskan, ilmu yang diperolehnya akan langsung ia praktikkan di instansi tempatnya bekerja.

“Saya di BPS menjalankan fungsi administrasi publik dalam memberikan layanan statistik dan memfasilitasi kegiatan statistik di instansi lain,” ujarnya.

Pendidikan Inklusif, Tanpa Batas Ruang dan Waktu

Wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik. Ia adalah simbol keberhasilan sistem Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) yang diusung UT: inklusif, fleksibel, dan berbasis teknologi.

UT membuka jalan bagi siapa pun untuk belajar—baik di kota besar maupun pelosok, bagi tenaga profesional, ibu rumah tangga, aparatur negara, bahkan penyandang disabilitas.

Para wisudawan hari ini adalah bukti hidup dari misi itu. Mereka menjadi agen perubahan, membawa semangat inovasi ke tengah masyarakat, dan menyalakan cahaya harapan di mana pun berada.

Pos terkait