Kapolri Cium Tangan Mursyid Shiddiqiyyah, Minta Polri Terus Dibimbing dan Didoakan Kiai

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mencium tangan Mursyid Shiddiqiyyah, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi, ketika berkunjung di Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang. - Istimewa
Listyo Sigit Prabowo disambut tabuhan hadroh di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah. Ia titip pesan agar Polri terus mendapat doa dan bimbingan kiai.

__________

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengadakan rangkaian silaturahmi ke pondok-pondok pesantren di Jawa Timur. Rabu, 20 Agustus 2025, ia sowan ke Pondok Pesantren Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang.

Rombongan Kapolri tiba sekitar pukul 14.10 WIB. Tabuhan hadroh langsung menyambut kedatangannya.

Bacaan Lainnya

Rombongan Kapolri ditemui oleh Mursyid Shiddiqiyyah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi dan istri, Nyai Shofwatul Ummahdi, di aula Kaseban Jati yang ada dalam wilayah ponpes.

Begitu bertemu, sebelum berdialog, Jenderal Listyo Sigit mencium tangan Sang Mursyid hingga beberapa saat.

Alhamdulillah, ini semua berkah dan barokah dari Allah, sehingga hari ini kami bisa sowan ke Kiai dan keluarga besar Pesantren Shiddiqiyyah,” ujar Sigit, dalam sambutannya.

Menurutnya, silaturahmi antara umara dan ulama adalah tradisi lama yang harus dijaga. Ia juga menyinggung sejarah perlawanan 10 November 1945, saat kiai, santri, polisi istimewa, dan TNI bahu-membahu melawan agresi Belanda.

“Artinya, semua bisa kita lakukan manakala kita bersatu,” tegasnya.

Sigit menekankan bahwa Polri membutuhkan restu dan doa para ulama agar tugas umara dalam menjaga keamanan dan menyejahterakan rakyat berjalan maksimal.

“Kalau tidak ada doa dan dukungan ulama, kerja umara tidak akan bisa sempurna,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menitipkan jajarannya di Jawa Timur untuk diberi pencerahan oleh para kiai. Ia meminta masukan agar Polri bisa lebih baik ke depan.

Silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah tokoh. Antara lain Gus Kikin (Pengasuh Ponpes Tebuireng), KH Masduqi Abdurrahman (Ponpes Roudhotu Tahfidzil Quran), KH Zulfikar As’ad (Ponpes Darul Ulum), hingga Gus Zidni Nouro (Ponpes Mambaul Maarif). Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto.

Kapolri menyerahkan bantuan sosial dan alat tulis untuk para santri yatim piatu. Sebelumnya, Kapolri juga mengunjungi Pesantren Langitan, Tuban, sowan kepada KH Ubaidillah Faqih (Gus Ubed), sekaligus memberikan bantuan serupa.***

Pos terkait