Obituari Bunda Iffet: Ibunda Semua Slanker yang Peduli Literasi dan Cakap Jadi Juru Damai

Mangkatnya Bunda Iffet Veceha pada Sabtu, 26 April 2025, pukul 22.42 WIB di usia 87 tahun, meninggalkan banyak catatan baik bagi dunia musik Indonesia—khususnya untuk Slankers. Ibu dari Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim itu adalah sosok penting di balik perjalanan Slank. Pegiat literasi yang gigih. Juga juru damai.

__________

“Ibunda Slankers”

Slank dan Slankers—komunitas penggemar Slank—memberikan penghargaan kepada Bunda Iffet dengan menyebutnya “Bunda Slankers”.

Slankers di seluruh penjuru bumi ini mengakui jika Bunda Iffet telah membuat Slank bukan hanya sekadar band, tetapi sebuah keluarga besar. Bagi Slankers, Bunda Iffet dipandang sebagai simbol ketulusan, kesabaran, dan cinta tanpa syarat.

Bacaan Lainnya

Bunda Iffet kerap hadir di konser-konser besar Slank. Duduk di belakang panggung, memberikan dukungan moral, dan memastikan semuanya berjalan lancar.

Saat Slank menggelar konser “Piss” 30 kota pada tahun 1998, dia menginisiasi terbentuknya Slank Fan Club (SFC). Dibentuk untuk menampung para penggemar fanatik Slank.

Bunda Iffet merasa bahwa komunitas Slankers yang sudah ada harus diberdayakan. Saat konser di Malang, dia mengundang sekumpulan Slankers untuk memberikan pengarahan.

Lalu, lahirlah SFC atas inisiatifnya. Menjadi wadah bagi para penggemar untuk saling berinteraksi dan mendukung band kesayangan mereka.

Saat konser di Southorn Stadium, Hong Kong, Slank juga meresmikan kelompok Slankers di Hong Kong, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bimbim dan Bunda Iffet.

Bunda Iffet benar-benar menjadi figur “ibu” bagi seluruh anggota Slank—sejak dari formasi awal hingga sekarang, Formasi 14 atau F14.

Peduli Literasi

Bunda Iffet juga punya peran menyebarkan informasi kepada para Slankers melalui newsletter yang dikenal dengan nama Buletin Slank.

Buletin ini berisi jadwal, kisah-kisah pendek perjalanan tur panggung Slank, dan berbagai informasi menarik lainnya. Buletin ini menjadi semacam ‘kitab suci’ Slankers, yang mereka jadikan acuan untuk melingkari jadwal kegiatan Slank di kalender mereka masing-masing.

Buletin Slank kemudian berkembang menjadi Koran Slank—yang kian memperkuat hubungan antara Slank dan para penggemarnya.

Mengutip buku Stempel Generasi Biru, di masa Gang Potlot berjaya, keluarga Bunda Iffet terbuka dengan kehadiran anak-anak yang suka kumpul di markas Slank. Bahkan, ketika liburan atau ada acara keluarga, anak-anak itu suka diajak.

Dikenalin sana-sini, dikasih macam-macam referensi dan dibukain wawasan, ‘Begini lho keadaan di luar sana’. Pokoknya dikasih peluang buat berproses dan berkreasi, tapi tetap mendapat sentuhan dan pengayoman keluarga,” Rustam Rastamanis, vokalis reggae papan atas Indonesia yang besar di Potlot, mengenang pengalamannya di Potlot dulu bersama keluarga Bunda Iffet.

Pos terkait