Acara halalbihalal yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) DK Jakarta di Jakarta International Velodrome, Ahad, 27 April 2025, berubah menjadi suasana duka. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus ketua panitia, Brando Susanto, meninggal dunia saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi tersebut.
___________
Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.32 WIB. Saat tengah menyapa hadirin, Brando tiba-tiba terjatuh di atas panggung. Sejumlah kader yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa Brando tidak tertolong.
Brando Susanto lahir di Jakarta, 21 September 1977. Ia merupakan politisi baru yang terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta setelah meraih 11.506 suara dari daerah pemilihan (dapil) 3 Jakarta Utara, yang meliputi Kecamatan Penjaringan, Tanjung Priok, dan Pademangan.
Dalam masa tugasnya, Brando berkomitmen untuk mendorong tiga isu utama di Jakarta, khususnya di wilayah utara. Pertama, ia menekankan pentingnya perbaikan pelayanan publik agar terus membaik seiring perkembangan masyarakat. Kedua, ia mengutamakan pembenahan infrastruktur, khususnya terkait penanganan banjir di Jakarta Utara yang merupakan kawasan dataran rendah.
Ketiga, ia mendorong kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat miskin, termasuk penguatan program pendampingan ekonomi agar warga memiliki akses kerja dan penghasilan mandiri.
“Yang terpenting di Jakarta ini adalah pelayanan publik yang harus terus dan semakin membaik,” kata Brando dikutip dari laman DPRD Jakarta. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap sistem pengelolaan air dan pompa banjir, mengingat Jakarta Utara menjadi muara utama saat banjir melanda Ibu Kota.
Selain itu, Brando menyadari sebagian warga Jakarta Utara masih terhimpit kemiskinan. Ia mendorong adanya kebijakan yang berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui akses pekerjaan dan program pendampingan.
Dalam perjalanan karier organisasinya, Brando pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa FISIP Universitas Parahyangan, Ketua Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar, dan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta. Di lingkungan partai, ia menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara dan Ketua DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta.
Brando tercatat sebagai pemeluk agama Katolik. Ia tinggal bersama istrinya, Syelin, di Jalan Satria IV Nomor 7, Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyampaikan duka cita. “Saudara kita Brando adalah contoh pekerja keras. Hingga akhir hayatnya, ia tetap mengabdi,” kata Pramono kepada Antara.
Setelah kejadian itu, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta menghentikan seluruh rangkaian acara. Para kader yang hadir diminta untuk bersama-sama mendoakan almarhum Brando Susanto.***





