Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ingin pihaknya dilibatkan dalam program makan bergizi gratis (MBG). Kata dia, PBNU punya UMKM untuk mengerjakan program itu.
“Kalau kami nanti bisa dilibatkan dalam program makan siang bergizi itu, nah, tentu kami ingin berkontribusi kalau memang ada ruang kontribusi di situ,” ujar Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media, di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Januari 2025.
Menurut dia, UMKM yang dipunyai PBNU menjadi salah satu arena hikmah strategis bagi NU.
Yahya juga mengklaim bahwa pesantren-pesantren di bawah naungan PBNU telah dihubungi oleh pemerintah untuk menjadi lokasi pilot project program MBG. Katanya, program itu akan dilaksanakan dengan koordinasi pemerintah bersama NU.
“Sekarang ini ada beberapa pesantren yang sudah dihubungi untuk dijadikan pilot project. Dijadikan tempat pembangun pilot project bagi pelaksanaan makan bergizi gratis ini. Ini semuanya nanti akan dijalankan dengan koordinasi dengan NU,” ujarnya.
PBNU, menurut Yahya, masih menunggu finalisasi program andalan Presiden Prabowo Subianto itu. Yang pasti, dia mengatakan PBNU siap berkontribusi.
Badan Gizi Nasional Tidak Pernah Memberi Mandat untuk Ormas
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tak ada organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun yang mendapatkan mandat untuk menjalankan Program MBG.
“BGN sama sekali tidak pernah memberikan mandat atau surat keputusan (SK) kepada ormas mana pun terkait program makan siang bergizi gratis. Klaim ini adalah informasi yang keliru dan berpotensi menyesatkan masyarakat,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Kombes Lalu Muhammad Iwan Mahardan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 Desember 2024.
BGN merasa perlu mengklarifikasi hal tersebut menyusul adanya informasi yang beredar di masyarakat terkait keterlibatan ormas dalam program MBG. Lalu tidak menyebut secara spesifik ormas mana saja yang dimaksudnya.***





