Merasa Dicatut Bahlil dalam Disertasi, Jatam Layangkan Protes ke UI

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Disertasinya kembali dipermasalahkan, kali ini oleh Jatam. (Instagram @bahlillahadalia)
Jaringan Advokasi Tambang atau Jatam melayangkan protes kepada Universitas Indonesia (UI) terkait pencatutan nama mereka dalam disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Mereka menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan secara tertulis maupun lisan untuk menjadi informan Bahlil terkait keperluan disertasi.

Protes Jatam ini menambah panjang polemik disertasi Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Sebagaimana diketahui, disertasi Bahlil Lahadalia sebagai prasayarat untuk mendapatkan gelar doktor dari Universitas Indonesia sempat menuai polemik. Publik menduga jika Bahlil tidak mengerjakan sendiri disertasinya, alias menggunakan jasa penulis bayangan atau ghost writer.

Disertasi Bahlil untuk studi doktoral tersebut bertajuk Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, alumni UI membuat petisi agar gelar kehormatan akademik Bahlil dicopot, karena proses kuliahnya dinilai terlalu cepat, sehingga dicurigai tidak melalui prosedur dan kaidah akademik pada umumnya.

Menyusul dua polemik tersebut, Jatam mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak pernah menjadi informan utama yang menjadi sumber data disertasi Bahlil.

Melalui surat ini menyatakan penolakan atas pencantuman nama Jatam sebagai informan utama dalam disertasi milik Bahlil Lahadalia yang berjudul ‘Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia,” demikian sebagian isi surat yang dikirim Jatam.

Surat penolakan atas pencantuman nama Jatam sebagai informan utama dalam disertasi milik Bahlil Lahadalia. (Tangkapan Layar).

Surat dikirim kepada Rektor UI, Heri Hermansyah, Ketua Senat Akademik UI Budi Wiweko, Ketua Dewan Guru Besar UI Harkristuti Harkrisnowo, dan Ketua Majelis Wali Amanat UI Yahya Cholil Staquf, Kamis, 7 November 2024.

Surat tersebut ditandatangani Melky Nahar sebagai Koordinator Nasional Jatam.

Duduk Perkara Tuduhan Pencatutan Jatam dalam Disertasi Bahlil

Jatam, dalam surat itu, menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan baik secara tertulis maupun lisan untuk menjadi informan utama bagi disertasi Bahlil. Jatam mengklaim hanya memberikan persetujuan untuk diwawancarai seseorang bernama Ismi Azkya, yang memperkenalkan diri sebagai peneliti di Lembaga Demografi UI.

Pos terkait