Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (Opshid FKYME) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Depok, Bogor dan Sukabumi kompak patungan membangunkan rumah warga kurang mampu di Kabupaten Bogor. Indro Hardjodikoro, basis papan atas dunia musik Indonesia, terlibat pembangunan tersebut.
Opshid FKYME adalah salah satu organisasi di bawah naungan Tarekat Shiddiqiyyah, yang dipimpin oleh KH. Moch. Muchtar Mu’thi. Organisasi ini dan organisasi Shiddiqiyyah lainnya punya tradisi membangun rumah untuk masyarakat kurang mampu menjelang momen-momen hari besar Nasional tertentu.
Setidaknya setahun dua kali mereka membangun rumah, setiap menjelang peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus dan peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Menurut ajaran tarekat Shiddiqiyyah, dua momen bersejarah itu wajib disyukuri, karena diyakini sebagai salah satu rahmat Allah Swt. terhadap Bangsa Indonesia.
Salah satu bentuk rasa syukur itu adalah membangunkan rumah bagi warga kurang mampu.
Pada momen Sumpah Pemuda kali ini, tiga DPD Opshid di Jabar, yaitu Depok, Bogor, dan Sukabumi, kompak bahu-membahu membangun hunian yang disebut Rumah Syukur Tasyakkuran Sumpah Pemuda (RSTSP) ini di Desa Naggewer Mekar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rumah tersebut milik warga kurang mampu bernama Ny. Sholihat.
Bangunan seluas 7,5 x 7 meter itu dirampungkan dalam waktu singkat. Sejak awal pembangunan hingga tuntas, hanya butuh waktu sekira 1,5 bulan. Dimulai 22 September dan rampung pada 6 November 2024.
Prosesnya terhitung sangat cepat, mengingat pembangunannya benar-benar dari nol.
Tanah tempat di mana rumah yang dibangun itu berdiri sebelumnya adalah tanah kosong. Biasanya untuk tempat pembuangan sampah di lokasi sekitar.

Pemilik tanah, Ny. Sholihat, sebelumnya hidup menumpang di rumah kakaknya—karena dia tidak punya rumah.
Mendapatkan rumah yang dibangunkan oleh Opshid tanpa harus keluar biaya sepeser pun tentu sangat dia syukuri. “Seperti mimpi yang menjadi keyataan,” katanya.
“Bahkan, (sebelumnya) untuk berdoa (punya rumah) pun saya belum mampu. Tetapi, alhamdulillah, ada kelompok pemuda-pemudi yang saya sendiri tidak kenal, dengan sukarela membangun rumah untuk saya dan keluarga kecil saya,” katanya.
‘Syukuran’, Bukan ‘Peringatan’
Menurut Indro Hardjodikoro, musisi ternama yang juga Ketua DPD Opshid Bogor, total ada 83 unit RSTSP yang dibangun di seluruh Indonesia. Rumah yang dia bangun bersama warga Opshid Depok, Bogor, dan Sukabumi itu salah satu di antaranya.
“Dana untuk kegiatan ini dipikul bersama-sama oleh pengikut Tarekat Shiddiqiyyah di tiap daerah yang membangun, tanpa meminta dana atau sumbangan dari pemerintah maupun parpol. Murni karena kesadaran untuk mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-96,” jelas Indro, dikutip Jumat, 8 November 2024.
Menurut Indro, Tarekat Shiddiqiyyah selalu meniatkan untuk “tasyakkuran” atau “syukuran” dalam program pembangunan rumah tersebut.
“Tasyakkuran artinya sama dengan ‘syukuran’ atau ‘bersyukur’. Sebagaimana ajaran guru kami, bersyukur itu haruslah dengan perbuatan nyata, atau diwujudkan sebagai fakta yang bermanfaat untuk Bangsa Indonesia,” jelas Indro.
“Shiddiqiyyah tidak menggunakan isitlah ‘peringatan’, seperti yang sering digunakan oleh sebagian besar orang Indonesia,” lanjutnya. “Karena kalau peringatan, berarti hanya mengingat saja, tidak ada perwujudannya. Sedangkan ingat dan lupa itu selalu berdampingan atau ‘on-off’.”
Maka dari itulah, kata Indro, Shiddiqiyyah menggunakan istilah syukuran yang diikuti dengan tindakan nyata.***





