Jakarta—Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo alias Jokowi, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pada Selasa (17/9/2024) untuk mengklarifikasi tudingan gratifikasi yang dialamatkan kepadanya. KPK pun menyatakan bisa saja memanggil ayahnya, Presiden Jokowi, terkait klarifikasi yang disampaikan Kaesang.
Sebagaimana ramai diberitakan, Kesang, 29 tahun, diduga menerima gratifikasi berupa fasilitas pesawat jet pribadi saat terbang ke Amerika Serikat (AS) bersama istrinya, Erina Gudono, pada Agustus lalu.
Namun, Kesang menepis dugaan tersebut. Ketika meninggalkan gedung KPK, Kaesang mengatakan pada wartawan jika dia, “Numpang ke teman. Kalau bahasa bekennya nebeng.”
Tetapi dia tidak menyebut siapa teman yang dia maksud dan motivasi ‘kebaikan’ sang teman.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu datang ke KPK ditemani kuasa hukumnya, Nasrullah, dan juru bicaranya, Francine Widjojo. Dia menuju gedung KPK lama, yang ditempati Dewan Pengawas KPK, bukan Gedung Merah Putih KPK yang biasa didatangi pihak yang terjerat perkara korupsi.
Kaesang mengklaim kedatangannya itu inisiatif pribadi, bukan karena panggilan KPK. Dia di sana selama sekitar sejam.
“Saya datang karena inisiatif pribadi sebagai warga negara yang baik, bukan karena panggilan atau undangan dari KPK, walaupun saya bukan penjabat atau penyelenggara negara,” kata dia.
“Saya di dalam mengklarifikasi mengenai perjalanan saya pada 18 Agustus ke Amerika Serikat,” imbuhnya.
Soal detail pemeriksaannya, dia meminta wartawan agar bertanya ke KPK.

Juru bicara Kaesang, Francine Widjojo, juga tak memerinci detail pemeriksaan di KPK. Dia hanya mengatakan, Kaesang sejatinya hendak berangkat ke AS pada 20 Agustus menggunakan pesawat komersial. Namun, kata Francine, berhubung sang teman yang memberikan tumpangan berangkat 18 Agustus, Kaesang dan istrinya menumpang dan memajukan jadwal keberangkatan.
“Kebetulan searah, jadi nebeng,” kata Francine kepada wartawan, usai menemani Kaesang untuk klarifikasi. Sama seperti Kaesang, Francine juga menolak mengungkapkan siapa ‘teman’ yang dimaksud.
Saat ditanya apakah Kaesang membayar saat menumpang jet pribadi ‘temannya’, Francine menjawab dengan kelakar, “Ya, masih muat lah. Kan, searah juga.”
Francine menerangkan jika KPK mengarahkan agar Kaesang mengisi formulir gratifikasi. Soal potensi perkembangan kasus, dia menyerahkan kepada KPK.
“Mas Kaesang, kan, bukan pejabat negara. Jadi kita tunggu nanti dari KPK bagaimana,” ujarnya. “Biar KPK yang menentukan apakah termasuk gratifikasi atau tidak.”
Geger jet pribadi Kaesang muncul pada pertengahan Agustus, setelah Erina, istrinya, mengunggah foto jendela pesawat di akun Instagram pribadinya saat terbang menuju AS bersama Kaesang.
Warganet, yang mendapati foto unggahan status aplikasi perpesanan Erina tersebut, merasa curiga. Mereka menilai jendela pesawat yang ada dalam foto Erina bukan pesawat biasa. Dan setelah ditelusuri, didapatilah bahwa Erina menggunakan jet pribadi jenis Gulfstream G650, bukan pesawat komersial.

Warganet juga mendapati bahwa pesawat bernomor N588SE yang ditumpangi Kaesang dan Erina tersebut merupakan milik perusahaan asing—sempat tercatat atas nama SEA Group yang merupakan induk usaha perusahaan e-commerce, Shopee.
Berdasarkan data yang yang tersebar di ruang publik, pesawat yang ditumpangi Kaesang dan Erina itu milik SEA Group. Publik pun menduga ‘teman’ yang dimaksud Kaesang merupakan petinggi perusahaan tersebut.
Sementara itu, menurut sumber di SEA Group—sebagaimana dikutip oleh berbagai media—perusahaan tersebut mensponsori secara diam-diam kegiatan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ketika mengikuti pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan budaya dengan tema ‘Java In Paris’ di Paris, Prancis, pada bulan Juni 2022.
Selain foto jendela pesawat, video Kaesang dan Erina yang turun dari pesawat yang sama, diduga di Bandar Udara Adi Sumarmo di Solo, juga menyebar di media sosial.

Rangkaian peristiwa itulah yang membuat Kaesang dituduh menerima gratifikasi, mengingat posisinya sebagai putra Presiden Jokowi, adik dari Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, dan adik ipar Wali Kota Medan, Bobby Nasution.





