Pencak Silat Menatap Olimpiade 2036: Mungkinkah Terwujud?

Prabowo Subianto bersama atlet dan ofisial pencak silat berbagai negara pada Indonesia Night & Exhibition Pencak Silat di Hotel Pullman Paris, Prancis. NOC Indonesia/Indonesia.go.id

Indonesia telah mengambil langkah berani dengan menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pengumuman ini diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam acara Presidensi G20 di Bali, di hadapan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach.

“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan kesediaan dan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2036 di Ibu Kota Nusantara,” kata Presiden, seperti diunggah Kompas.com, Rabu (16/11/2022).

Namun, di balik gegap gempita ini, ada satu pertanyaan besar yang menggantung: bisakah pencak silat, seni bela diri asli Indonesia, menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 2036? Pertanyaan ini bukan hanya soal kebanggaan, tetapi juga soal pengakuan dunia terhadap warisan budaya yang kaya dan penuh makna.

Laman Indonesia.go.id menyebut, Donald Frederick Draeger, seorang pemerhati seni bela diri ternama asal Amerika Serikat, pernah mengulas dalam bukunya Weapon and Fighting Art of Indonesia, bahwa pencak silat merupakan keterampilan bertarung yang unik. Dengan berkeliling Nusantara pada tahun 1970 bersama dua praktisi bela diri dari Kanada dan Inggris, Draeger menyimpulkan bahwa pencak silat memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari seni bela diri lain seperti judo, kungfu, atau karate.

Bacaan Lainnya

Baginya, pencak silat adalah perpaduan antara seni dan taktik pertahanan diri yang telah ada sejak abad ke-8 dan terus berkembang hingga menyebar ke seluruh Nusantara. Dalam kajiannya, Hasan Alwi menyoroti pencak silat sebagai seni yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat dengan gerakan ketangkasan dalam menyerang dan bertahan, baik dengan senjata maupun tangan kosong.

O’ong Maryono, seorang diaspora Indonesia yang mengemban misi untuk memperkenalkan pencak silat ke dunia, bahkan menyebut bahwa seni bela diri ini kaya akan aspek sosial budaya, yang diturunkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pencak silat di Tanah Air tumbuh subur dengan berbagai aliran seperti silek harimau Minangkabau, silat Cimande, dan Cikalong. Berbagai perguruan pencak silat seperti Tapak Suci, PSHT, Perisai Diri, Nusa Pagar, Porsigal, dan Merpati Putih juga berkembang pesat dengan jutaan murid yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua perguruan ini bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), organisasi induk yang dibentuk pada 18 Mei 1948.

Pos terkait