SURABAYA — KH. Marzuki Mustamar baru saja dicopot sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim). Produk asli Jawa Timur yang cukup militan mendakwahkan Islam yang ramah dan rasional.
Kiai Marzuki merupakan pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang. Dilansir dari laman jatim.nu.or.id, Kiai Marzuki Mustamar lahir di Blitar, 22 September 1966. Kini usianya 57 tahun. Dia merupakan putra dari KH. Mustamar dan Nyai Siti Zainab.
Saat duduk di madrasah ibtidaiyah–atau setingkat sekolah dasar (SD)–Marzuki telah mendalami ilmu bahasa Arab dengan mempelajari nahwu dan shorrof, juga mempelajari tasawuf dan fikih. Dia belajar kepada Kiai Hasbulloh Ridlwan serta para kiai-kiai yang ada di Blitar, Jawa Timur.
Saat duduk di madrasah aliyah, Marzuki belajar ilmu manthiq atau logika dan ilmu balaghah atau ilmu kalam kepada Kiai Hamzah.
Selepas bangku sekolah, Kiai Marzuki melanjutkan ke Universitas Islam Negeri Malang, jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Setelah lulus, dia meneruskan jenjang S2 di Universitas Islam Lamongan (Unisla).
Kiai Marzuki memiliki istri bernama Nyai Sa’idatul Mustaghfiroh, yang pernah menjadi salah satu santrinya. Pasangan ini dikaruniai 2 putra dan 5 putri, yakni Habib Nur Ahmad, Diana Nabila, Millah Shofiya, M’Izzal Maula, ‘Izza Nadila, Rossa Rahmania dan Dina Roisah Kamila.
Di NU, Kiai Marzuki pernah menjabat Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang selama dua periode. Dia juga pernah menjabat Wakil Rais PWNU Jatim, hingga akhirnya menjabat Ketua PWNU Jatim masa khidmat 2018-2023.*





