883 Orang Meninggal di Banjir Sumatera, Evakuasi Dipercepat

Suasana penampungan pengungsi korban banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025). - Dok. BPMI Setpres
Kerusakan Lingkungan Perparah Dampak

Analis lingkungan menilai hujan ekstrem dan badai siklon Senyar bukan satu-satunya pemicu. Deforestasi, konversi hutan, dan degradasi lahan di hulu DAS memperburuk besarnya limpasan air.

Sejumlah organisasi meminta evaluasi perizinan perkebunan dan pertambangan di kawasan rawan bencana. Pemulihan ekologis dinilai wajib masuk agenda rekonstruksi.

Pemulihan Jangka Panjang

Pemerintah menyiapkan skema rehabilitasi pascabencana dengan melibatkan kementerian teknis, pemda, dan lembaga kemanusiaan. Fokusnya pemulihan infrastruktur dasar, relokasi warga di zona merah, dan penguatan peringatan dini.

Bacaan Lainnya

Presiden Prabowo siap menambah anggaran bila kerusakan lebih besar dari perhitungan awal. Dengan korban terus bertambah, para pakar menilai bencana ini sebagai salah satu yang terburuk sejak reformasi dan mengingatkan perlunya perbaikan tata kelola lingkungan serta mitigasi bencana.***

Pos terkait