Marzuki malah mengaku tak tahu menahu perihal isu itu. Ia mengaku tetap memegang teguh pesan Ketua Umum PBNU Gus Yahya yang menyatakan struktur atau pengurus NU harus netral di Pemilu 2024.
“Kami juga enggak tahu karena yang tak gandoli (saya pegang) katanya sebagai pengurus NU harus netral,” kata Marzuki saat ditemui jurnalis di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang, Kamis (28/12).
Menurut Marzuki, netral bukan berarti NU menutup diri dan menolak pihak manapun. Tetapi membuka pintu lebar-lebar, merangkul serta mengayomi semua golongan.
“Netral itu bagi kami bukan tidak ke mana-mana, bukan menutup diri dari siapa-siapa. Tapi netral itu merangkul semua,” ucapnya.
Marzuki pun mengaku banyak menghadiri acara hari jadi partai politik seperti PAN hingga Golkar. Ia juga seringkali diminta mengisi pengajian di PDIP, PPP, PKB, dan sejumlah partai lainnya.
“Kami juga enggak masalah, sebagai implementasi perintah PBNU supaya netral, ngemong semua,” ujar dia.*





