Eros Djarot mengatakan wajar kalau masyarakat bertanya, “Hei Gibran, kamu anaknya siapa? Kok kelakuanmu tak punya etika. Siapa yang didik kamu?,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, Gibran telah lama menjadi sasaran kritik sejumlah masyarakat lantaran pencalonannya sebagai Cawapres dianggap tidak fair dan bermasalah. Bermula dari keputusan MK hingga beberapa kesalahan sederhana saat kampanye dan debat, membuat Wali Kota Solo tersebut menjadi ‘bulan-bulanan’ publik. Hal tersebut kemudian membuat Eros Djarot merasa miris, sekaligus kasihan kepada Cawapres berusia 36 tahun tersebut.
Eros memandang tidak tepat jika publik menyalahkan Gibran terkait keterlibatannya dalam Pilpres 2024, termasuk caranya berkomunikasi di hadapan publik. “Jadi sudahlah, jangan terlalu mempersoalkan Gibran, kita soalkan Pak Jokowi. Kenapa kok tega amat sih Pak Jokowi sama anaknya, memberi tugas yang begitu luar biasa,” kata Eros.
Maka dari itu, Eros meyakini, bukanlah keinginan Gibran sendiri menjadi cawapres, tetapi karena menuruti keinginan Jokowi demi mempertahankan kekuasaan. “Buat saya, dia (Gibran) mau disuruh aja. Itu sudah (jadi) anak yang berbakti kepada orang tuanya. Tapi mencelakakan Indonesia kan enggak tahu dia,” ucapnya.
“Atau karena anda (Jokowi) tidak bisa lagi 3 periode, maka jadi joki dia (Gibran). Kasihan anak ini dijadikan begitu ya,” demikian Eros menambahkan
Dalam perbincangan podcast tersebut, Eros bertanya-tanya, apakah pencalonan Gibran sebagai Cawapres Prabowo ini lantaran Jokowi sudah tidak bisa lagi menjabat di periode ketiga. Eros juga mempertanyakan nasionalisme Jokowi setelah mencalonkan anak sulungnya sebagai calon RI 2 yang bisa berpotensi mencelakakan Indonesia. “Sebagai anak dia berbakti, tapi dia tidak tahu kalau dia sedang mencelakakan Indonesia,” tambahnya.
Adik dari aktor kawakan Slamet Rahardjo itu juga menyoroti kondisi jelang hari pencoblosan 14 Februari 2024, mulai isu Pemilu satu putaran hingga potensi chaos. “Begitu Jokowi sodorkan Gibran, ini bukan masalah politik lagi, ini masalah peradaban. Sudah nggak usah panjang-panjanglah bahas Gibran,” ucap Eros.
Menurut dia, selain mengenal hukum positif, Indonesia juga mengenal hukum alam dan ilahiah. Sambungnya, saat ini sudah ada tanda-tanda alam yang membuktikan kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja.





