7 Obat Ini Berpotensi Merusak Ginjal, Nomor 5 sampai 7 Dikonsumsi Banyak Orang  

2. Obat asam lambung 

Obat asam lambung dapat menekan senyawa asam di pencernaan. Obat ini dijual secara bebas maupun dengan resep dokter. Obat asam lambung digunakan untuk mencegah dan mengobati mulas dan gangguan pencernaan dengan mengurangi asam di lambung. 

Namun demikian, obat ini rupanya dapat menyebabkan peradangan dan iritasi ginjal. Karena itu, obat asam lambung hanya boleh diminum dalam jangka waktu pendek atau kurang dari sebulan. Konsultasikan dulu ke dokter jika Anda harus mengonsumsi obat asam lambung secara teratur untuk mengobati sakit maag atau gangguan pencernaan.

Bacaan Lainnya

Contoh obat asam lambung adalah: omeprazole (Prilosec) dan esomeprazole (Nexium), famotidine (Pepcid), dan kalsium karbonat (Tums).

3. Obat tekanan darah 

Sebagaimana dilansir Healthline, obat tekanan darah dikonsumsi pasien yang mengalami masalah tekanan darah tinggi. Fungsinya untuk mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya.  Contoh obat jenis ini adalah benazepril (Lotensin), enalapril (Vasotec), lisinopril (Prinivil, Zestril), azilsartan (Edarbi), candesartan (Atacand), dan irbesartan (Avapro). 

Orang yang mengalami tekanan darah harus terus rutin mengonsumsi obat-obatannya dengan petunjuk dokter. Namun, saat menjalani pengobatan ini, waspadai obat lain yang dikonsumsi berbarengan, karena dapat berbahaya bagi ginjal dan meningkatkan risiko cedera ginjal.

4. Obat psikiater 

Obat-obat yang didapat dari psikiater juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi ginjal. Obat jenis ini biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan mental sesuai resep dari psikiater. Contohnya adalah antidepresan Prozac (fluoxetine) serta obat penstabil perasaan lithium dan Elavil (amitriptyline). 

Obat-obatan psikiatris dapat menyebabkan kerusakan otot, yang memicu pelepasan mioglobin ke aliran darah. Sementara itu, ginjal bekerja menyaring mioglobin. Jika terlalu banyak mioglobin di darah, maka itu akan merusak ginjal, karena bekerja terlalu keras.

Pos terkait