7 Obat Ini Berpotensi Merusak Ginjal, Nomor 5 sampai 7 Dikonsumsi Banyak Orang  

5. Obat pereda nyeri 

Dikutip dari situs Asosiasi Pensiun Amerika (AARP), obat pereda nyeri terbagi dalam dua kategori, yaitu obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan asetaminofen. Obat ini dikonsumsi untuk meredakan nyeri, menurunkan demam, mengobati gejala pilek, dan mengurangi peradangan. Juga digunakan untuk mengobati nyeri akibat radang sendi, asam urat, kram menstruasi, dan sakit kepala. 

Contoh obat pereda nyeri adalah aspirin (Bayer, Anacin, Bufferin), naproxen (Aleve), dan ibuprofen (Advil, Motrin). 

Bacaan Lainnya

Obat pereda nyeri harus dikonsumsi sesuai dosisnya, dan tidak boleh lebih dari 10 hari berturut-turut untuk nyeri atau tiga hari berturut-turut untuk demam. Jika dikonsumsi terlalu lama, obat ini dapat mengurangi aliran darah ke ginjal sehingga menyebabkan kerusakan organ vital tersebut. Jika dikonsumsi saat pasien mengalami dehidrasi atau tekanan darah rendah, obat ini menyebabkan cedera ginjal akut.

6. Antibiotik 

Antibiotik adalah obat yang membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat ini dapat dikonsumsi secara oral, topikal, atau melalui suntikan. Antibiotik berfungsi untuk mengobati infeksi, seperti radang tenggorokan dan infeksi saluran kemih. 

Penderita penyakit ginjal harus mengetahui kondisi ginjalnya sebelum menentukan dosis dan mengonsumsi antibiotik. Pasalnya, beberapa obat untuk mengobati virus menyebabkan cedera ginjal. Orang yang mengonsumsi antibiotik harus tetap terhidrasi. 

Dehidrasi membuat obat menggumpal dan membentuk kristal, sehingga menghalangi buang air kecil. Orang yang mengonsumsi antibiotik bisa menunjukkan reaksi alergi, seperti timbul ruam atau demam. Contoh obat ini adalah: penisilin, amoksisilin, ciprofloxacin, doksisiklin, dan azitromisin. 

7. Suplemen 

Suplemen makanan herbal tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, bubuk, teh, ekstrak, serta tanaman segar atau kering. Suplemen ini diyakini dapat meningkatkan kesehatan. Contohnya, suplemen herbal yang mengandung kromium, kreatin, licorice, kulit pohon willow, vitamin C, dan yohimbe. 

Di sisi lain, suplemen herbal dapat menyebabkan kondisi buruk jika dikonsumsi bersamaan dengan obat dari resep dokter. Suplemen juga dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan ginjal. 

Penderita penyakit ginjal perlu menghindari suplemen herbal yang mengandung potasium dan fosfor, hanya boleh menggunakan suplemen herbal dengan konsultasi ke dokter atau apoteker.

Pos terkait