Yenny Wahid Temui Wapres Ma’Ruf Amin Terkait Konflik PBNU dan PKB, Apakah Bakal Berimbas pada Rekonsiliasi Cak Imin-Ciganjur?

Yenny Wahid bertemu dengan Wapres Ma'ruf Amin untuk membahas konflik antara PBNU dengan PKB, Senin (19/8/2024). (ANTARA)

Sebagaimana akhlak seorang santri di hadapan kiainya, Mbah Masrur mengaku dia langsung berangkat ke rumah Cak Imin di Jl. Denpasar Raya, Jakarta Selatan.

“Saya menyampaikan apa adanya perintah Gus Dur kepada Cak Imin. Awalnya Cak Imin mau menunda keesokan harinya, karena kedatangan saya sudah malam, habis Isya’. Namun, saya menyampaikan bahwa hal ini sangat penting,” kata Mbah Masrur.

Akhirnya Cak Imin dan Mbah Masrur berangkat naik kendaraan yang sama menuju rumah Gus Dur di Ciganjur. Mereka tiba sekira kurang lebih pukul 21.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Mbah Masrur mengantar Cak Imin masuk ke dalam rumah Gus Dur. Mereka bertiga duduk kursis masing-masing di ruang tamu itu.

“Dua orang itu (Gus Dur dan Cak Imin) tidak berbicara sepatah kata pun. Saya sebagai orang luar (bukan bagian dari keluarga besar Gus Dur—red) hanya ikut diam mengamati,” kenang Mbah Masrur.

Selang sekitar 15 hingga 20 menit dalam diam tanpa bicara, tiba-tiba Gus Dur melirik ke arah Mbah Masrur dan berkata: “Kamu masih di sini?”

Mendengar pertanyaan itu, Mbah Masrur terkejut. Dia pun izin pamit keluar dari ruang tengah. Dia tidak langsung pamit pulang ke Yogyakarta karena ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan pada Gus Dur, tetapi belum menemukan momentum yang tepat.

“Saya duduk di emperan (teras) depan, sementara Gus Dur dan Cak Imin ada di dalam rumah,” kata Mbah Masrur.

Sebatang dua batang rokok, sampai satu bungkus rokok habis, Cak Imin tidak juga kunjung keluar. Mbah Masrur mengaku sangat deg-degan.

Malam makin larut, Cak Imin tetap belum keluar. Barulah kira-kira pukul 02.00 WIB, Cak Imin keluar dari dalam. Mbah Masrur menyambutnya, sekaligus meminta izin kepada Gus Dur untuk kembali pulang ke Yogyakarta.

Beberapa waktu kemudian, setelah peristiwa malam itu, dan Mbah Masrur lama tidak mendengar kabar perkembangan politik di Jakarta, tiba-tiba dia mendengar ada konflik sengit antara Muhaimin Iskandar melawan Abdurahman Wahid. Konflik kemudian terus berkembang, hingga akhirnya Muhaimin ditetapkan sebagai Ketua Umum PKB.

Ketika Cak Imin menjadi Ketua PKB, Mbah Masrur mulai diberi jabatan sebagai Dewan Syuro PKB Yogyakarta. Mbah Masrur mengaku menerima jabatan tersebut bukan karena Muhaimin Iskandar, melainkan ada amanah dari Gus Dur untuk merawat PKB bagaimana pun yang terjadi.

Pos terkait