Dharma-Kun Lolos Pilkada Jakarta sebagai Calon Independen, Benarkah Hanya “Boneka”?

KPU Jakarta menyatakan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana lolos sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jakarta 2024 dari jalur non-partai politik, Senin (19/8/2024). (Kompas)
JAKARTA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jakarta mengumumkan bahwa Dharma Pongrekun dan Kun Wardana—pasangan calon yang maju dari jalur independen—dinyatakan lolos sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024. Pengamat menilai pasangan ini adalah “boneka”, agar pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang diusung 12 partai politik yang dipimpin Gerindra tidak berhadapan dengan kotak kosong.

Keputusan diambil melalui rapat pleno yang berlangsung hampir delapan jam, mulai pukul 16.00 hingga 23.59 WIB di Kantor KPU Jakarta, pada Senin (19/8/2024).

“Hari ini, (Senin, 19/8) pukul 23.25 (WIB), kami mengeluarkan surat keputusan (SK) KPU Provinsi Jakarta tentang pemenuhan syarat dukungan pasangan calon Dharma Pongrekun dan Kun Wardana,” ujar Ketua KPU Provinsi Jakarta Wahyu Dinata di Kantor KPU Jakarta, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (20/8/2024).

Setelah dinyatakan lolos, Dharma Pongrekun menyatakan rasa syukur. Dia dan Kun Wardana kini dapat bersaing dengan calon yang diusung oleh partai politik (parpol).

Bacaan Lainnya

Proses pncalonan Dharma-Kun dari jalur independen ini sempat ramai di ruang publik, setelah beredar kabar sejumlah warga Jakarta mengaku nomor induk kependudukan atau NIK mereka dicatut sebagai pendukung pasangan non-parpol ini, sebagai syarat pencalonan di Pilkada Jakarta 2024.

Dalam proses pencalonan jalur independen, Dharma-Kun sempat dinyatakan tidak lolos tahap verifikasi faktual (verfak) pertama karena kurang 538.178 data dukungan untuk mereka. Dari 721.221 data yang diserahkan oleh Dharma-Kun pada tahap verifikasi administrasi, hanya 183.043 yang memenuhi syarat, setelah KPU melakukan pengecekan melalui tim verifikator di lapangan.

Dharma-Kun kemudian diberikan kesempatan untuk memperbaiki syarat dukungan. Dan akhirnya, mereka berhasil mengumpulkan 826.766 dukungan dari total 933.040 yang disampaikan dalam tahap verifikasi administrasi kedua.

Dari 826.766 dukungan yang lolos verifikasi administrasi, 494.467 di antaranya memenuhi syarat. Data ini kemudian ditambahkan dengan 183.001 dukungan yang lolos pada verifikasi pertama, sehingga total menjadi 677.468 dukungan. Jumlah tersebut melebihi syarat minimal dukungan calon perseorangan yang ditetapkan KPU, yaitu sebanyak 618.968 dukungan.

Setelah dinyatakan lolos verifikasi faktual, tahapan berikutnya adalah penyerahan surat keputusan (SK) untuk Dharma-Kun sebagai modal untuk mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur jalur independen pada 27 hingga 29 Agustus 2024. Dharma-Kun akan bersaing dengan bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh partai politik (parpol) dalam Pilkada Jakarta.

Sementara itu, Kepala Departemen Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai, pasangan independen tersebut memang seperti “calon boneka” yang disiapkan sebagai penantang kandidat yang diusung koalisi yang dipimpin Partai Gerindra pada pilkada mendatang.

“Itu hanya pengelabuan, supaya tidak (melawan) kotak kosong,” kata Nicky, sebagaimana dilansir BenarNews.

“Ini enggak baik bagi demokrasi. Pilkada DKI dikenal beda dengan wilayah lainnya karena kompetitif. Sangat sulit dibayangkan Pilkada DKI menjadi enggak seru. Dan bisa jadi partisipasi pemilih menurun drastis,” kata dia.*

Pos terkait