Menurut WHO, perubahan iklim dan pemanasan global telah meningkatkan frekuensi, intensitas, dan durasi gelombang panas di berbagai belahan dunia.
“Eropa merupakan benua yang paling cepat mengalami pemanasan di Bumi, dengan laju pemanasan dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global,” kata Tedros.
WHO mencatat jutaan orang di Eropa kini hidup di bawah suhu ekstrem, ratusan orang meninggal, sekolah-sekolah ditutup, dan jaringan listrik mengalami tekanan akibat lonjakan penggunaan energi.
WHO Desak Negara Eropa Perkuat Adaptasi
Menghadapi kondisi tersebut, WHO menyatakan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota dan berbagai mitra untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons sistem kesehatan terhadap ancaman panas ekstrem.
WHO juga mendesak pemerintah di seluruh Eropa segera menerapkan rencana aksi kesehatan terkait gelombang panas sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Peringatan WHO ini sekaligus menjadi alarm bagi dunia bahwa krisis iklim tidak lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan manusia.***





