Warek Universitas Muhammadiyah Surabaya: Netralitas Kampus Itu Penting

SURABAYA— Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Mundakir angkat suara, terkait petisi yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi, seperti UGM, UII, UI, Universitas Andalas dan sejumlah kampus lain.

Dia menilai bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari ekspresi akademik. Mundakir mengatakan, kebebasan akademik, kebebasan berpendapat dan lain-lain sesungguhnya merupakan esensi kemanusiaan. Namun, kata dia, di tengah tahun politik seperti ini semuanya harus lebih berhati-hati, karena bisa jadi hal tersebut disusupi kepentingan politik praktis.

“Kepedulian atas kondisi aktual masyarakat tentu menjadi tanggungjawab semua kampus. Tetapi tentu harus berhati-hati dan paham situasi. Di tengah kontestasi yang makin kencang. Aksi-aksi tersebut jelas dimanfaatkan dan berpotensi menguntungkan salah satu kontestan. Kalau sudah begitu, tentu itu harus menjadi perhatian,” kata Mundakir, dikutip Selasa (6/2/2024).

Dia menambahkan, kampus memang sudah selayaknya mengisi ruang publik dengan wacana-wacana kritis yang konstruktif. Kampus harus terus menjaga ruang keseimbangan di ranah publik.

Bacaan Lainnya

“Di tahun politik seperti hari ini perguruan tinggi perlu terus menjaga keseimbangan antara memberikan ruang untuk berpendapat dan menjaga lingkungan belajar yang inklusif serta objektif,” imbuhnya.

Pos terkait